Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Selasa (9/9/2014) pagi bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp11.741 dibandingkan posisi sebelumnya Rp11.725 per dolar AS.
Analis pasar uang Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan bahwa laju mata uang rupiah masih rentan terhadap koreksi seiring dengan outlook kenaikan suku bunga AS (Fed rate) masih cukup kuat.
"Kondisi global masih menjadi sentimen utama bagi pasar keuangan di dalam negeri," katanya.
Menurut dia, pelaku pasar uang cenderung melakukan transaksinya dalam jangka pendek seraya memantau perkembangan di dalam negeri terkait susunan kabinet pemerintahan baru.
"Pembalikan arah ke area negatif kembali terjadi di mana pelaku pasar cenderung melakukan transaksi jangka pendek untuk dimanfaatkan profit taking," katanya.
Namun, ia mengatakan bahwa mata uang rupiah juga masih berpotensi menguat pada hari ini menyusul belum adanya perubahan fundamental ekonomi domestik yang saat ini masih cukup kuat.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa munculnya sentimen kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS seiring dengan ekspektasi penurunan jumlah klaim pengangguran kembali menguatkan peluang dolar AS.
"Kenaikan yield obligasi AS memicu aksi beli dolar AS. Yield obligasi AS diperkirakan kembali naik terutama yang bertenor panjang," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol