Suara.com - Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla perlu melakukan upaya nyata dalam mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), dengan beberapa solusi atau opsi.
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menuturkan, untuk mengatasi defisit transaksi berjalan, utamanya dengan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
"Pemerintah baru harus menaikan harga BBM secara moderat (Rp 2.000)," tutur Darmin Nasution dalam diskusi bertema 'Mencari Solusi Defisit Transaksi Berjalan' di Jakarta, Kamis (16/10).
Selain itu, Darmin mengungkapkan, upaya menekan defist transaksi berjalan lainnya, juga bisa dilakukan dengan mengurangi subsidi listrik dan pupuk.
Dia nenilai, jika ditotal dengan dana pengurangan subsidi BBM, listrik dan pupuk, diperkirakan negara akan melakukan penghematan dana sebesar Rp 400 triliun.
"Bisa save dana sebesar Rp 400 triliun, untuk untuk pembangunan infrastruktur ekonomi, bantuan langsung tunai (BLT) maupun infrastruktur pasar modal, nantinya," katanya.
Menurut Darmin, dalam konteks Indonesia ini, perlu juga dukungan hilirisasi demi mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku, reformasi birokrasi dengan melakukan modernisasi pajak, insentif regulasi bagi investor, serta meningkatkan tingkat tabungan terutama masyarakat ekonomi bawah.
Defisit neraca transaksi berjalan triwulan II/2014 mencapai 9,1 miliar dolar Amerika atau 4,27 persen dari produk domestik bruto (PDB). Jumlah ini meningkat dibanding kuartal I/2014 sebesar 4,2 miliar dolar Amerika. (2,05 persen dari PDB)
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Harga Emas Naik Drastis Hari Ini, Kompak Meroket di Pegadaian
-
Alasan Teh Sari Wangi 'Dijual' Unilever (UNVR) ke Grup Djarum
-
Ada Aturan Baru Bansos, Begini Cara Update Desil Agar Tetap Terima Bantuan
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%