Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi penutupan perdagangan pertama, Jumat (24/10/2014) turun 5,22 poin atau 0,10 persen ke posisi 5.089.
Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa indeks BEI bergerak melemah namun tipis, menunjukan sentimen penundaan pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak membuat pasar gusar.
"Pasar meyakini susunan kabinet nanti mampu meningkatkan perekonomian nasional ke depannya yang lebih baik," katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan bagi IHSG BEI juga akan datang dari eksternal seiring dengan menguatnya mayoritas bursa saham global, kondisi itu akan memberikan peluang bagi indeks BEI bergerak ke area positif.
Sementara itu, Tim Analis Mandiri Sekuritas dalam kajiannya memperkirakan bahwa IHSG BEI masih akan melanjutkan kenaikan dan mencoba menguji level batas atas di 5.142 poin.
Ia menambahkan bahwa beberapa sentimen yang sedang dicermati pasar diantaranya pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla yang akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014 mendatang.
Dengan begitu, lanjutnya, harga baru BBM bersubsidi yang baru akan mulai berlaku pada 1 November 2014. Rencananya, pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter.
"Kenaikan ini akan menghemat anggaran Rp20 triliun. Bersamaan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah akan memberikan bantuan ke masyarakat miskin," paparnya.
Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 77,09 poin (0,33 persen) ke level 23.256,09, indeks Nikkei naik 124,82 poin (0,82 persen) ke level 15.266,27 dan Straits Times melemah 15,22 poin (0,48 persen) ke posisi 3.220,89. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!