Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tipis pada sesi pembukaan perdagangan, Jumat (12/12/2014) sebesar 1,53 poin atau 0,03 persen menjadi 5.151,16.
Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah sebesar 0,38 poin (0,04 persen) ke level 886,09.
Head of Research Valbury Asia Secuirites Alfiansyah mengatakan bahwa masih adanya kekhawatiran pasar terhadap penurunan harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan hingga menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir membuat laju indeks BEI tertahan.
"Pelemahan minyak dunia memicu kekhawatiran terhadap kinerja dari sektor energi, termasuk dampak bagi sektor pertambangan lainnya seperti batubara dan logam," kata Alfiansyah.
Di sisi lain ,lanjut dia, aktivitas pasar diperkirakan mengalami penurunan seiring dengan investor yang sebagian telah mulai mengurangi kegiatan menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Namun di sisi lain, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,75 persen itu menandakan infasi akan tetap terkendali sesuai dengan proyeksi, keputusan itu dapat menjadi sinyalemen positif bagi pasar.
"Untuk perdagangan saham pada hari ini IHSG diperkirakan bergerak berfluktuasi dengan peluangan menguat terbatas," katanya.
Sementara itu, pada pada pukul 09.30 WIB indeks BEI terpantau bergerak ke area positif atau menguat sebesar 7,79 poin (0,15 persen) menjadi 5.160,37.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 74,51 poin (0,32 persen) ke 23.387,05, indeks Nikkei turun 216,11 poin (1,28 persen) ke 17.477,51, dan Straits Times menguat 12,08 poin (0,36 persen) ke posisi 3.331,33. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!