Penjualan Pertamax di salah satu SPU di Jakarta (suara.com/Kurniawan Mas'ud)
Suara.com - PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga jual bahan bakar khusus (BBK) mulai Jumat (15/5/2015) pukul 00.00 waktu Indonesia barat (WIB).
Harga Pertamax di Jakarta, naik Rp800 per liter menjadi Rp 9.600 per liter. Sementara, harga Pertamax Plus naik menjadi Rp 10.550 per liter, Pertamina Dex menjadi Rp 12.200 per liter, dan Biosolar keekonomian menjadi Rp 9.200 per liter.
Pada 1 Mei 2015 lalu, Pertamina juga telah menaikkan harga jual Pertamax dari semula Rp 8.600 per liter menjadi Rp 8.800 per liter.
Dalam pernyataannya, Pertamnia mengatakan kenaikan harga ini sesuai perhitungan perseroan, di mana harga indeks pasar naik 9,7 persen. Kenaikan ini juga dipicu penguatan nilai dolar.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Pertamina Pertahankan Harga Pertamax, Harga BBM di Shell, BP dan Vivo Melonjak
-
Harga Pertamax Turun, Solar Melonjak: Ini Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP Agustus 2025
-
Bikin Iri? Di Indonesia Sempat Naik, Harga Bensin Kini Malah Turun di Malaysia
-
Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP per 1 Juli, Semuanya Naik
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa