Suara.com - PT. Pertamina (Persero) kembali menaikan harga bahan bakar khusus jenis pertamax, pertamax dan plus sejak 5 Agustus 2015 di beberapa wilayah.
Berdasarkan data yang dilansir melalui situs Pertamina, harga pertamax mengalami kenaikan Rp150 per liter menjadi Rp9.450 per liter dari sebelumnya Rp9.300 per liter. Sedangkan untuk pertamax plus dari Rp10.300 per liter menjadi Rp10.500 per liter.
Sedangkan untuk BBM jenis pertamina dex justu mengalami penurunan Rp300 per liter, dari sebelumnya Rp11.900 per liter menjadi Rp11.600 per liter.
Berikut adalah daftar harga bahan bakar khusus terhitung mulai tanggal 5 Agustus 2015 :
BBM jenis pertamax
Nanggroe Aceh Darussalam: Rp10.950.
Sumatera Barat: Rp10.850.
Sumatera Utara: Rp10.750.
Bangka Belitung: Rp10.950.
Bengkulu: Rp10.750.
Jambi: Rp10.950.
Lampung: Rp10.950.
Sumatera Selatan: Rp10.950.
Banten: Rp9.450.
DKI Jakarta: Rp9.450.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi
-
99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!
-
Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026