Bola / Bola Indonesia
Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Justin Hubner (atas) berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Marin Petkov (bawah) saat final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). Timnas Indonesia kalah dengan skor 0-1. (Antara/Fauzan)
Baca 10 detik
  • PSSI menyayangkan serangan dan ujaran kebencian media sosial kepada pemain Timnas Justin Hubner beserta keluarganya pada 9 Agustus.
  • Sekjen PSSI Yunus Nusi menilai tindakan tersebut melewati batas karena Hubner selalu berdedikasi tinggi membela Timnas.
  • PSSI memperingatkan bahwa tekanan berlebihan berisiko mengganggu mental pemain hingga membuat mereka enggan membela Timnas Indonesia.

Suara.com - PSSI menyatakan keprihatinan mendalam atas gelombang kritik dan serangan di media sosial yang ditujukan kepada pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner.

Serangan tersebut bahkan menyasar keluarga sang pemain, termasuk istri, Jennifer Coppen dan anaknya.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa tindakan tersebut sudah melewati batas.

“Ya, jelas itu juga yang sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini, Indonesia banget gitu bagi saya,” ujarnya.

Justin Hubner diketahui menerima ujaran kebencian hingga ancaman serius melalui pesan di Instagram pada Minggu (9/8).

Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner sempat bikin heboh gara-gara keduanya menenggak wine. [Instagram]

Yunus menilai Hubner sebagai sosok pemain dengan semangat juang tinggi saat membela Timnas Indonesia.

Ia menyoroti dedikasi Hubner di lapangan yang selalu tampil total demi Merah Putih.

“Coba lihat kalau main, dia hajar sana hajar sini dengan kemampuan dia. Tetapi sangat kita sayangkan masih ada masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya juga di-bully seperti itu,” tegas Yunus.

PSSI membuka ruang kritik dari masyarakat, namun meminta agar hal itu tidak diarahkan kepada pemain secara personal, apalagi hingga menyerang keluarga.

Baca Juga: Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda

Menurut Yunus, para pemain telah berkorban besar, termasuk mempertaruhkan kondisi fisik demi prestasi tim.

PSSI juga mengingatkan bahwa tekanan berlebihan dapat berdampak serius terhadap mental pemain.

Bahkan, bukan tidak mungkin hal itu membuat mereka enggan lagi membela Timnas Indonesia.

“Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan berbagai macam alasan untuk tidak lagi membela negara,” kata Yunus.

Terkait kemungkinan langkah hukum, PSSI masih memantau perkembangan situasi. [Antara]

Load More