Suara.com - Hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menjawab divestasi saham PT Freeport Indonesia yang ditawarkan kepada pemerintah sebesar 10,64 persen.
Menteri ESDM Sudirman Said pun mengaku meminta bantuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk menjadi fasilitator guna membahas penawaran tersebut.
"Kita akan minta Menko (Darmin) untuk fasilitasi pertemuan tiga menteri. Ada sinergi bagaimana menyikapi kesempatan ini," kata Sudirman saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2016).
Ia mengaku akan membentuk tim kajian untuk membahas besaran penawaran divestasi tersebut. Tim kajian itu merupakan gabungan beberapa kementerian yakni Kementeriaan ESDM, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Ia mengklaim, dengan adanya koordinasi dengan tiga kementerian tersebut, keputusan yang nantinya akan diambil menjadi lebih valid dan regulasi yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya.
"Untuk keputusan kan harus dibuat secara kolektif. Makanya butuh koordinaai dengan kementerian lain," ungkapnya.
Terkait pandangan beberapa pihak yang mengatakan bahwa saham yang ditawarkan Freeport terlalu mahal, Sudirman mengatakan itu harga yang wajar.
"Yang menjual pasti akan menaruh harga setinggi-tingginya sementara yang membeli pasti akan menawarkan harga serendah-rendahnya. Kan begitu hukumnya. Tapi kami analisa lagi, yang pasti Indonesia sangat ingin mengambil saham itu untuk menambah porsi kepemilikan pemerintah," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda