Suara.com - Pada umumnya, pemilik rumah ingin meletakkan sofa di dalam ruang tamu atau ruang keluarganya. Sofa menjadi salah satu jenis furnitur untuk duduk yang jadi favorit karena menawarkan rasa empuk ketika menggunakannya.
Namun harga sofa yang mahal membuat tidak semua rumah memilikinya. Jika Anda memilikinya, maka rawatlah sebaik mungkin. Anda harus merawatnya dengan tepat agar tidak cepat rusak.
Sofa yang terawat dan digunakan dengan baik biasanya bisa digunakan hingga belasan tahun. Nah, berikut ini tiga hal yang perlu Anda ketahui agar sofa tidak cepat rusak:
1.Jangan duduk di bagian yang sama
Tanpa disadari, menjadi kebiasaan sejumlah orang untuk selalu duduk di bagian sofa yang sama, entah itu di bagian tengah atau ujung sofa. Sebaiknya, bagian sofa yang Anda duduki jangan selalu di bagian yang sama. Coba bergeser ke titik yang lain.
2. Jangan berbaring di sofa
Fungsi utama sofa ialah untuk tempat duduk. Namun banyak orang yang malah berbaring di sofa ketika sedang bersantai di ruangan. Padahal, hal tersebut dapat membuat kulit pelapis sofa jadi cepat melorot.
3. Rutin membersihkan sofa
Debu akan mengotori sofa setiap hari. Belum lagi bulu hewa peliharaan atau kotoran lainnya yang mengotori sofa. Untuk itu, bersihkan seluruh bagian sofa dengan rutin. Misalnya, seminggu sekali.
4. Segera bersihkan tumpahan di sofa
Bersihkan tumpahan makanan atau minuman di sofa sesegara mungkin. Jangan ditunda, karena tumpahan tersebut bisa menimbulkan noda membandel yang meresap ke dalam sofa.
Sofa jangan terkena sinar matahari langsung
Selain itu, jangan letakkan sofa di tempat yang terkena cahaya matahari langsung, sebab akan membuat warnanya cepat memudar.
| Published by Rumahku.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026