Katup Jantung Bermasalah Bisa Diam-Diam Menggerogoti Fungsi Jantung, Ini Gejalanya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:29 WIB
Ilustrasi pemeriksaan jantung. [Dok.Antara]
  • Dr. Vera Citra Setiawan Hoei menjelaskan bahwa penyakit katup jantung mengganggu aliran darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras.
  • Diagnosis gangguan katup jantung dapat ditegakkan melalui pemeriksaan ekokardiografi atau USG jantung di fasilitas kesehatan seperti Bethsaida Hospital Gading Serpong.
  • Penanganan medis untuk kondisi ini meliputi pemantauan berkala, pemberian obat, tindakan balon, hingga prosedur penggantian katup jantung.

Suara.com - Sesak napas saat naik tangga, tubuh cepat lelah, jantung berdebar, nyeri dada hingga kaki membengkak sering kali dianggap sebagai tanda kelelahan atau bagian dari proses penuaan. Padahal, keluhan tersebut juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada katup jantung.

Jantung memiliki empat katup, yaitu mitral, aorta, trikuspid, dan pulmonal. Katup ini bekerja seperti pintu satu arah yang memastikan darah mengalir sesuai jalurnya. 

Ketika katup mengalami penyempitan atau tidak dapat menutup dengan sempurna, aliran darah menjadi terganggu dan jantung harus bekerja lebih keras.

Menurut dr. Vera Citra Setiawan Hoei, BMedSci., Sp.B.T.K.V., Subsp.JD(K), Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Bethsaida Hospital Gading Serpong, gangguan katup dapat berkembang secara perlahan sehingga penurunan fungsi jantung terkadang tidak disadari pasien.

“Penyakit katup jantung terjadi ketika katup menyempit atau tidak menutup sempurna, sehingga aliran darah terganggu dan jantung bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, bisa terjadi pembesaran jantung, gangguan irama, hingga penurunan fungsi pompa. Karena gejalanya muncul perlahan, pemeriksaan penting untuk menilai kerusakan dan menentukan penanganan yang tepat untuk pasien,” jelas dr. Vera.

Gangguan katup sendiri dapat berupa stenosis, yakni katup menyempit sehingga tidak dapat terbuka secara optimal, atau regurgitasi ketika katup tidak menutup rapat dan menyebabkan darah kembali ke ruang jantung sebelumnya. Ada pula kelainan katup yang sudah terjadi sejak lahir.

Penyebabnya beragam, mulai dari demam rematik setelah infeksi tenggorokan, proses penuaan dan pengapuran katup, infeksi katup atau endokarditis, kelainan bawaan, hipertensi, serangan jantung hingga gagal jantung. 

Kondisi ini dapat dialami anak-anak maupun lansia. Pada ibu hamil, gangguan katup yang sebelumnya tidak menimbulkan keluhan juga dapat mulai terasa karena beban kerja jantung meningkat.

Yang perlu diperhatikan, gejala gangguan katup tidak selalu menunjukkan seberapa parah kerusakan yang terjadi. Seseorang dengan gangguan cukup berat bahkan bisa hanya mengalami keluhan ringan karena tubuh telah beradaptasi secara bertahap.

Selain sesak dan mudah lelah, tanda lain yang patut diperhatikan adalah jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, nyeri maupun rasa tertekan di dada, pusing, hampir pingsan atau pingsan, serta pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.

Untuk memastikan kondisi katup, pemeriksaan utama yang dapat dilakukan adalah ekokardiografi atau USG jantung. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat bentuk dan pergerakan katup, tingkat penyempitan atau kebocoran, ukuran ruang jantung, kekuatan pompa, hingga adanya bekuan darah pada kondisi tertentu.

Bila diperlukan, dokter dapat melanjutkan pemeriksaan dengan EKG, rontgen dada, tes latih jantung, CT scan, MRI jantung, atau kateterisasi jantung.

Menariknya, diagnosis gangguan katup tidak selalu berarti pasien harus langsung menjalani operasi. Pada kondisi ringan, dokter dapat melakukan pemantauan berkala melalui pemeriksaan dan ekokardiografi. 

Obat juga dapat diberikan sesuai kondisi untuk mengurangi cairan, mengontrol tekanan darah dan irama jantung, maupun mencegah terbentuknya bekuan darah pada kondisi tertentu.

Sementara pada gangguan yang lebih berat, penanganan dapat berupa pelebaran katup menggunakan balon, perbaikan atau penggantian katup, bedah minimal invasif, hingga TAVI untuk pasien tertentu.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com