Suara.com - Kebiasaan menunda merupakan salah satu kebiasaan buruk yang terkadang Anda juga tidak menyadarinya. Dan bila Anda sudah terlanjur terbiasa dengan kebiasaan ini, coba untuk memperbaikinya demi perjalanan karier Anda. Berikut akan dibahas tentang beberapa hal yang dapat membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan menunda pekerjaan.
1. Langsung Mengerjakannya
Jika ada tugas yang diberikan kepada Anda, usahakan untuk menghindari menunda pekerjaan itu. Apalagi Anda memang sedang tidak melakukan apapun. Selesaikanlah terlebih dahulu kewajiban Anda untuk mengerjakan tugas-tugas itu agar cepet terselesaikan sesuai dengan target waktu yang diberikan.
2. Lakukan Pekerjaan dari yang tersulit
Bila Anda memiliki lebih dari satu pekerjaan yang harus segera diselesaikan, kerjakanlah pekerjaan Anda yang lebih sulit. Kenapa begitu? Karena Anda akan lebih mudah terpacu untuk mengerjakannya dengan lebih cepat tanpa menundanya, mengingat waktu yang dibutuhkan akan jauh lebih banyak karena tingkat kesulitannya. Selain itu, masih ada beberapa pekerjaan lainnya yang sedang menunggu untuk diselesaikan.
3. Buat daftar kerja
Baca Juga: Robot Berhak Pilih Karier Sendiri, Mau Jadi Ilmuwan atau PSK
Bila Anda masih kesulitan untuk membuat kebiasaan buruk anda yang satu ini menghilang. Cobalah untuk membuat daftar kerja Anda berikut waktu yang diperlukan dalam pengerjaannya. Agar Anda dapat lebih terorganisir dalam mengerjakan tugas-tugas Anda tanpa menunda bahkan kebingungan apa yang harus Anda kerjakan.
4. Hindari bermain gadget
Terkadang sifat menunda itu datang dari ketidaksengajaan. Seperti terlalu asik berkutat dengan gadget kesayangan Anda, hal itu pasti akan memakan banyak waktu. Anda juga bisa melupakan kewajiban Anda dalam bekerja. Oleh karena itu, singkirkan dulu sejenak gadget Anda ketika sedang bekerja. Kecuali bila Anda mendapatkan panggilan darurat .
| Published by Karirpad.com |
Tag
Berita Terkait
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
The Motherhood Penalty: Dosa Karier yang Harus Dibayar Mahal oleh Perempuan
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?
-
Gen Z Tak Lagi Mengejar Jabatan Tinggi: Kurang Ambisi atau Lebih Realistis?
-
Memaknai Peran Ganda: Bagaimana Perempuan Karier Bisa Menginspirasi Generasi Muda
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026