Suara.com - Keuangan merupakan tulang punggung suatu kehidupan, tanpa keuangan yang sehat, kegiatan sehari-hari akan lebih sulit. Memang uang bukanlah segalanya, tetapi tanpa uang banyak hal yang tidak dapat dilakukan. Walaupun begitu, masih banyak orang yang menghamburkan uangnya, mereka membelanjakan uang dengan tidak bertanggung jawab tanpa memikirkan konsekuensinya.
Salah satu pola hidup orang yang tidak bertanggung jawab pada finansial mereka adalah dengan mengeluarkan lebih daripada yang mereka dapatkan. Orang-orang seperti ini biasanya tidak mencatat belanja mereka sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka telah mengeluarkan lebih banyak daripada yang mereka hasilkan. Berikut adalah beberapa ciri orang yang pengeluarannya lebih besar daripada pendapatan.
Berutang untuk membayar utang
Ini adalah salah satu ciri yang sering ditemui oleh orang yang tidak bertanggung jawab secara finansial mereka. Mereka berutang untuk membiayai sifat konsumtif mereka. Mereka menganggap bahwa perilaku belanja mereka tidak akan memiliki konsekuensi.
Utang kecil yang dapat terlihat adalah utang kartu kredit, mereka berutang pada bank dengan cara menggunakan kartu kredit. Mereka beranggapan bahwa kartu kredit adalah “lampu hijau” untuk mereka berfoya-foya. Kemudian mereka tidak mampu membayarnya karena pemasukan mereka yang lebih sedikit daripada pengeluaran.
Orang-orang seperti ini pastinya akan terlilit utang kartu kredit dan mereka terpaksa meminjam atau berutang dari keluarga atau teman, atau dari pinjaman KTA bank. Mereka membuka utang baru untuk membayar utang lama. Jika memang ini adalah hal yang sedang dilakukan, maka anda termasuk yang mengeluarkan lebih banyak daripada mendapatkan.
Jumlah tabungan sedikit
Untuk mengetahui apakah pengeluaran melebihi pendapatan, anda dapat melihat jumlah tabungan anda. Seseorang dapat tergolong stabil dari segi keuangan apabila mereka dapat hidup tanpa melakukan kegiatan mencari nafkah. Biasanya orang yang terlalu boros akan sulit mengontrol keuangan mereka sehingga mereka jarang sekali menabung. Pakar keuangan menganggap setengah tahun atau 6 (enam) bulan adalah waktu yang tepat untuk mengukur keuangan anda
Besar tabungan seharusnya mampu membuat anda bertahan minimal selama 6 bulan tanpa penghasilan. Ini berarti selama 6 bulan, seluruh biaya konsumsi, makan, transportasi dan cicilan sudah harus tersedia di bank. Jadi misalnya setiap bulannya anda menghabiskan Rp3 juta, berarti tabungan anda paling sedikit harus Rp18 juta. Jika memang tabungan itu tidak mencapai nominal yang seharusnya, berarti anda sudah terlalu boros.
Anda harus mengerti pentingnya menabung untuk pembiayaan masa tua atau bahkan jika terjadi musibah secara tiba-tiba. Menurut penelitian, jika seseorang menabung mulai dari usia 25 tahun, mereka harus menyisihkan minimal 7% dari pendapatan mereka agar keuangan mereka stabil pada usia pensiun 70 tahun. Jika anda ingin pensiun pada usia 65 tahun, maka harus menyisihkan 15% gaji setiap bulannya.
Terlalu banyak cicilan
Cicilan biasanya diberikan oleh pihak bank atau merchant apabila harga barang cukup besar. Misalnya smartphone, perabotan rumah tangga hingga kendaraan atau rumah. Mungkin saja anda tidak ingin membeli barang tersebut, tetapi karena promonya sangat menarik, anda tergiur dan termakan oleh tawaran cicilan tanpa bunga.
Banyaknya cicilan dapat menentukan pola hidup. Jika seluruh barang yang anda miliki adalah hasil kredit, mungkin dapat berarti anda memiliki barang di luar daripada kemampuan yang ada. Jika sekarang masih belum mampu memilikinya, apa bedanya nanti? Tentu sebaiknya anda tidak mengambil risiko keterlambatan atau kegagalan kredit.
Kuncinya, pembayaran cicilan tidak boleh melebihi seperempat dari nilai pendapatan, jadi misalkan anda menghasilkan Rp10 juta setiap bulannya, Rp2,5 juta adalah jumlah yang tepat untuk alokasi kredit.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
6 Hal Ini Wajib Diketahui Sebelum Mengambil Polis Asuransi Jiwa
Syarat-Syarat Perubahan Data BPJS Kesehatan
Mau Sukses Cari Uang dengan Jadi Youtuber? Baca Ini Dulu
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah
-
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air
-
Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas