Suara.com - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia melalui inovasi pemasaran yang semakin luas.
Kini, produk-produk unggulan dari UMKM Mitra Binaan Pertamina mulai mengudara dan dapat diakses oleh penumpang melalui booklet maskapai Pelita Air.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis Pertamina dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi penumpang untuk mengenal dan membeli produk-produk lokal berkualitas selama perjalanan udara.
Program ini juga sejalan dengan upaya berkelanjutan Pertamina dalam membantu kemajuan UMKM Indonesia agar semakin berdaya saing dan naik kelas di pasar nasional maupun global.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.
“Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui perluasan akses pasar. Kehadiran produk UMKM di booklet maskapai menjadi langkah inovatif agar produk lokal semakin dikenal, sekaligus memudahkan masyarakat, termasuk penumpang pesawat, untuk mengakses produk UMKM unggulan,” ujar Baron.
Corporate Secretary Pelita Air Patria Rhamadonna menambahkan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pelita Air dalam menghadirkan nilai tambah layanan bagi penumpang sekaligus mendukung pengembangan UMKM nasional.
“Melalui kolaborasi dengan Pertamina, Pelita Air turut membuka akses promosi bagi produk UMKM Indonesia kepada lebih banyak pelanggan. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat bagi penumpang sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM,” ujar Patria.
Selain itu, melalui program ini, penumpang Pelita Air dapat dengan mudah melihat berbagai produk UMKM binaan Pertamina yang telah melalui proses kurasi, mulai dari produk makanan, fesyen, hingga kerajinan tangan. Hal ini tidak hanya meningkatkan eksposur UMKM, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam perjalanan penumpang.
Baca Juga: Produksi Migas Capai 956 MBOEPD, Kinerja Pertamina Hulu Energi di Awal 2026 Tetap Terjaga
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi ekosistem berkelanjutan dalam pembinaan UMKM, tidak hanya dari sisi pendampingan dan peningkatan kualitas produk, tetapi juga dalam membuka akses pemasaran yang inovatif dan berdaya saing.
Salah satu penumpang, Dewi, mengaku terbantu dengan adanya informasi produk UMKM dalam booklet tersebut. Di sela perjalanan dinas ke luar kota, Dewi yang sedang mencari mukena travel praktis untuk menunjang mobilitasnya menemukan pilihan produk yang sesuai kebutuhannya melalui booklet maskapai.
“Sebagai yang sering bepergian dinas, saya memang mencari mukena travel yang ringan dan praktis dibawa. Ternyata di booklet maskapai ada rekomendasi produk UMKM binaan Pertamina, jadi sangat membantu saya menemukan produk yang sesuai tanpa harus mencari ke banyak tempat,” ungkap Dewi.
Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina turut berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
Berita Terkait
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol