Suara.com - Bisnis yang sukses tentunya memerlukan kinerja yang cukup keras untuk mencapainya. Dengan bisnis yang berjalan lancar tentunya keuangan dan manajemen bisnis tersebut akan lancar pula. Namun anggapan tersebut nyatanya tak semuanya benar. Lalu bagaimana jika mengalami kerugian? Tentunya kondisi dari keuangan serta manajemen bisnis akan berantakan dan membuat kita kebingungan.
Sebagai seorang pebisnis, tentunya anda harus memiliki visi dan misi kedepannya agar usaha yang dijalani dapat terus berjalan dan berkembang hingga besar. Mengelola keuangan bisnis tidak hanya mengelola uang kas nya saja, namun anda juga perlu merencanakan bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Nah berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu untuk menghindari kondisi bangkrut yang mungkin bisa saja menimpa usaha UKM yang dimiliki.
Merencanakan Penggunaan Uang
Hal yang pertama yang bisa dilakukan adalah dengan selalu merencanakan pengeluaran bisnis usaha, baik itu uang kas ataupun uang modal. Analisa keuntungan dan kerugian yang akan diterima sebelum memutuskan mengeluarkan uang. Sehingga nantinya uang yang dikeluarkan tidak menjadi sia-sia dan tidak menghasilkan keuntungan apapun.
Pisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha
Tips lainnya yang bisa diterapkan adalah untuk tidak mencampurkan antara uang pribadi dengan uang bisnis. Pemisahan ini cukup penting agar nantinya uang bisa terpakai sebagaimana mestinya. Anda bisa membuat dua rekening yang berbeda, rekening pertama dikhususkan untuk usaha dan rekening lainnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Gunakan uang sebagaimana mestinya, uang pribadi untuk kepentingan pribadi sedangkan uang bisnis digunakan untuk menjalankan bisnis usaha.
Membuat Buku Catatan Keuangan
Setiap bisnis usaha yang dijalankan tentunya harus memiliki catatan keuangan agar anda bisa mengontrol dan mengelola bisnis usaha yang dijalankan. Anda bisa menerapkan sistem akuntansi dasar untuk catatan keuangan seperti mencatat kas yang masuk dan kas yang keluar pada sebuah buku. Anda juga bisa mencocokkan catatan tersebut dengan kondisi keuangan yang dipegang tiap harinya. Dengan adanya catatan, anda dapat dengan mudah mengetahui uang keluar dan masuk setiap harinya dan mencegah terjadinya pemborosan yang tidak diperlukan.
Menghitung Laba dengan Teliti
Tentunya setiap usaha yang dijalankan akan menghasilkan keuntungan. Untuk itu, pastikan Anda mengetahui dengan detail nilai keuntungan yang didapatkan dan bukan sekadar perkiraan saja. Nilai keuntungan yang didapat bisa dicari dengan mengurangi kas masuk dengan pengeluaran yang ada. Lalu cocokkan nilai keuntungan tersebut dengan uang fisik yang dimiliki, apakah sudah cocok atau tidak.
Memutar Arus Keuangan
Tips lainnya yang bisa digunakan agar bisnis UKM yang dijalankan tidak bangkrut adalah dengan memutar keuangan anda. Uang kas yang dimiliki jangan hanya dibiarkan begitu saja. Anda bisa menggunakannya sebagai modal investasi aset-aset penting. Aset penting tersebut dapat berupa peralatan ataupun sumber daya manusia yang berkualitas. Jangan menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi pada persediaan barang-barang karena putaran keuangan akan melambat. Jika mengalami penurunan permintaan, tentunya persediaan barang anda malah membuat terjadinya pemborosan.
Sisihkan Laba Untuk Pengembangan Usaha
Keuntungan yang didapatkan jangan hanya didiamkan saja. Keuntungan yang didapat tentunya sudah menjadi hak anda untuk menggunakannya. Namun tentunya akan lebih baik jika tidak menghabiskannya begitu saja dan menggunakan beberapa bagian dari keuntungan bisnis untuk hal-hal yang berguna. Sisihkan 25-40% hasil dari laba bisnis untuk ditabung. Tabungan ini bisa digunakan untuk pengembangan bisnis yang dijalankan. Seperti membuka cabang baru, memperbarui alat dan fasilitas serta lainnya. Sehingga bisnis yang di jalankan dapat terus berkembang.
Baca artikel lainnya dari Cermati:
Cara Memilih Paket Tur Murah Agar Liburan Makin Menyenangkan
BPJS dan Asuransi Kesehatan Swasta, Siapa yang Terbaik?
7 Jurusan Kuliah Anti-Mainstream dengan Peluang Kerja yang Menjanjikan
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN