- Penjualan truk, bus, dan pikap melonjak 38,76%
- Investasi PMTB tumbuh 6,87% pada kuartal II-2026
- Investasi sumbang 2,06% ke pertumbuhan ekonomi 5,29%
Suara.com - Investasi Indonesia mendapat dorongan kuat dari melonjaknya penjualan kendaraan niaga sepanjang triwulan II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penjualan truk, bus, pikap, hingga double cabin melesat 38,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan peningkatan investasi pada subkomponen kendaraan terjadi seiring meningkatnya permintaan kendaraan niaga untuk mendukung aktivitas dunia usaha. Selain itu, impor kapal tanker dan kapal laut juga ikut melonjak sehingga memperkuat investasi pada sektor transportasi.
"Penjualan kendaraan itu meningkat sebesar 38,76 persen berupa kendaraan truk, bus, pikap, dan double cabin, serta penambahan impor kapal laut yang mencapai 49,54 persen," ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (5/8/2026).
Menurut Edy, lonjakan tersebut membuat subkomponen kendaraan dalam PMTB mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni sebesar 26,03% secara tahunan. Kenaikan investasi kendaraan juga tercermin dari meningkatnya nilai tambah bruto industri alat angkutan yang menunjukkan aktivitas produksi sektor manufaktur transportasi semakin bergairah.
Tak hanya kendaraan, seluruh komponen investasi pada triwulan II-2026 juga tumbuh positif. PMTB bangunan naik 6,61%, mesin dan peralatan meningkat 1,32%, peralatan lainnya melonjak 16,84%, Cultivated Biological Resources (CBR) tumbuh 4,93%, serta Intellectual Property Product (IPP) bertambah 6,19%.
Secara keseluruhan, PMTB pada triwulan II-2026 tumbuh 6,87% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadikan investasi sebagai penyumbang terbesar kedua bagi pertumbuhan ekonomi nasional setelah konsumsi rumah tangga.
BPS mencatat investasi memberikan andil sebesar 2,06 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29% secara tahunan pada triwulan II-2026. Data tersebut menunjukkan ekspansi dunia usaha masih berlangsung, terutama melalui pembelian kendaraan operasional dan penguatan armada logistik untuk menopang aktivitas ekonomi.