PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk menyatakan proses perbaikan jaringan teknologi mesin anjungan tunai mandiri (ATM) terus berjalan, pasca-gangguan Satelit Telkom-1, dan kini tinggal 195 unit ATM serta 77 unit kerja BRI yang masih belum berfungsi normal.
"Senin ini, dari 321 unit ATM BRI yang terganggu pada akhir pekan, sekarang hanya tinggal 195 unit ATM. Unit kerja BRI dari semula 124 unit yang terganggu saat ini tinggal 77 unit yang sedang dalam proses perbaikan," kata Direktur Digital dan Strategi BRI Indra Utoyo saat dihubungi di Jakarta, Senin (28/8/2017).
Total, bank dengan laba terbesar di Indonesia ini memiliki 24.802 unit ATM, 10.656 unit kerja di seluruh Indonesia.
Indra mengatakan dampak gangguan ke BRI cenderung tidak signifikan dan minimal jika dibandingkan layanan perbankan lain. Hal itu, ujar Indra, karena sebagian besar ATM BRI sudah dimigrasi ke satelit milik BRI, yakni BRIsat.
"Namun, kami tetap meminta maaf kepada para nasabah BRI atas ketidaknyamanan yang terjadi pada saat bertransaksi di ATM Bank BRI," ujar dia.
Indra mengatakan sisa jaringan ATM yang terdampak akan dimigrasikan secepatnya ke satelit BRIsat. BRIsat akan menjadi jaringan utama dan sistem pendukung (back up) ke jaringan cadangan lainnya.
Dia mengimbau nasabah untuk memanfaatkan fasilitas lain yang telah disediakan BRI terutama di perbankan elektronik seperti "mobile banking" dan "internet banking".
Anomali atau gangguan pada Satelit Telkom-1 terjadi sejak Jumat (25/8) pukul 16.51 WIB. Anomali itu mengakibatkan pergeseran pointing antena yang membuat semua layanan transponder dari satelit itu terganggu.
Baca Juga: Kredit Macet Karyawan Freeport di BRI Makin Parah
PT Telkom Indonesia Tbk Persero sebagai operator satelit akan melakukan migrasi layanan Satelit Telkom 1 ke Satelit Telkom 2 dan Satelit Telkom 3S dan proses itu diperkirakan selesai pada 10 September 2017. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini