Suara.com - Perkembangan seluruh sektor di dunia saat ini didominasi oleh teknologi digital yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi dan layanan yang dibutuhkan kapanpun, dimanapun, dan hanya dalam genggaman tangan. "The world is in your hand" merupakan ungkapan yang sekarang menjadi kenyataan dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia.
Adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital menjadi keharusan saat ini. Selain dapat memberi kemudahan dalam setiap layanan, adaptasi terhadap teknologi digital juga akan semakin mendekatkan industri seperti perbankan terhadap para nasabahnya.
Dengan adanya teknologi digital, maka para nasabah akan semakin mudah menikmati layanan perbankan tanpa dibatasi ruang dan waktu, serta memudahkan pelaku sektor perbankan untuk mendekatkan dan memberikan pelayanan yang optimal kepada para nasabahnya.
SABRINA
Bank BRI berkomitmen untuk terus melakukan berbagai inovasi oleh Bank BRI. Komitmen ini diwujudkan Bank BRI dengan layanan virtual assistant chat yang diberi nama SABRINA (Smart BRI New Assistant).
SABRINA dihadirkan sebagai sebuah terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan nasabah melalui layanan yang cepat, akurat, aman, dan nyaman. SABRINA merupakan bentuk layanan yang diberikan untuk semakin memudahkan nasabah dalam menghubungi Bank BRI tanpa perlu datang dan mengantri, ataupun menghubungi CallBRI.
Cukup dengan chatting, SABRINA siap memberikan pelayanan secara langsung. Kami senantiasa berupaya memberikan layanan optimal bagi nasabah.
"Inovasi kali ini, kami harapkan semakin memudahkan dan mendekatkan nasabah dalam menggunakan layanan perbankan BRI," ungkap Corporate Secretary Bank BRI, Bambang Tribaroto.
Layanan SABRINA memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berbasis chat. Melalui aplikasi Facebook Messenger dan aplikasi Telegram, nasabah cukup mengklik like dan follow akun BANK BRI di Facebook Messenger atau mengakses Telegram dengan menginput @BANKBRI_ID_BOT.
Tak hanya kedua aplikasi ini, nantinya SABRINA juga akan hadir di aplikasi messenger lainnya.
SABRINA juga kini telah dilengkapi dengan teknologi pemindau suara, sehingga nasabah tidak perlu untuk mengetik, hanya cukup dengan mengajak berbicara.
Hal ini menjadikan SABRINA sebagai Virtual Assistant on Voice pertama di Indonesia.
Indonesia Mall
Sebagai bank UMKM terbesar di Indonesia, Bank BRI berkomitmen untuk mendukung akselerasi ekonomi digital di Indonesia. Salah satu caranya yakni dengan mendorong UMKM binaan BRI agar naik kelas menjadi technopreneurs.
Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, industri e-commerce Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir tumbuh sekitar 17 persen, dengan total jumlah usaha e-commerce mencapai 26,2 juta unit.
Tak heran jika Presiden RI, Joko Widodo, optimistis Indonesia mampu menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara di tahun 2020.
Pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia menjadi latar belakang komitmen Bank BRI untuk terus mendorong UMKM Bank BRI untuk dapat meningkatkan kelasnya melalui Indonesia Mall. Indonesia Mall adalah bentuk kerja sama Bank BRI dengan e-commerce untuk mendorong UMKM go-online.
Produk-produk unggulan dari UMKM binaan BRI dapat langsung di akses di e-commerce rekanan dan dapat membantu UMKM tersebut untuk meningkatkan jangkauan penjualan produk mereka. Indonesia Mall sendiri dapat diakses melalui https://bit.ly/IndonesiaMall.
Berita Terkait
-
BRI: Stabilitas Pasar Terjaga, Komitmen Jaga Kinerja dan Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham
-
BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp500 Miliar, Tunjukkan Keyakinan pada Prospek Jangka Panjang
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen
-
BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Permudah Transaksi Nasabah di Luar Negeri
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?