Suara.com - Mengacu pada kondisi lapangan kerja yang ada di Indonesia terbilang ketat, Sandiaga Uno, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini meminta masyarakat terutama generasi muda untuk bisa menciptakan lapangan kerja sendiri ketimbang mencari lapangan kerja.
"Sekarang kondisi lapangan kerja agak sulit didapat, jadi Kita harus fokus kepada pemberdayaan kepada para pengusaha-pengusahan yang ada sekarang," ujar Sandiaga di Jalan Martadinata, Bandung, Selasa (28/8/2018).
Menurut Sandiaga, jika masyarakat Indonesia mempunyai pemikiran sebagai pengusaha, tentunya lapangan pekerjaan untuk rakyat Indonesia akan terbuka lebar, untuk golongan apapun.
"Karena setiap (pengusaha) di usaha pemula itu bisa membuka 4 lapangan kerja, kalau kita bisa buka 1 juta lapangan kerja baru itu akan ada 4 juta lapangan kerja baru," katanya.
Sandiaga mengatakan, hitung-hitungan ini didasari oleh dirinya yang memang sudah lama bergelut di dunia bisnis dan sebagai pengusaha.
"Kita sebagai pebisnis harus dan ingin menentukan pembangunan bangsa ini dan menciptakan lapangan kerja terbuka," ujar pasangan Prabowo Subiyanto ini.
Selanjutnya, dirinya berpesan, jika ingin menjadi pengusaha sukses dan nantinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, harus berlandaskan pada rumus 4AS yang sudah ditanamkan dirinya dari awal mula menjadi pengusaha.
"Kiat-kiat agar (jadi pengusaha) sukses. Saya sampaikan 4 AS. Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas," tuturnya.
Solusi menghadapi kondisi lapangan kerja yang ketat, menurut Sandiaga Uno harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri ketimbang mencari lapangan kerja, tentunya dengan melakukan langkah 4AS.
Baca Juga: Ini Rencana PSSI Jika Milla Tolak Perpanjangan Kontrak
Kontributor : Rizki Aulia Rachman
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026