Suara.com - Generasi milenial dipandang sebagai pasar yang cukup besar dan prospektif bagi industri properti. Terlebih, saat ini generasi milenial mulai banyak yang sadar akan pentingnya investasi.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, generasi milenial ini dikhawatirkan akan kesulitan mendapatkan rumah lantaran harga rumah yang terus merangkak naik.
Managing Director Sinarmas Land Dhonie Rahajoe pun membagikan satu tips penting agar para generasi milenial ini bisa mendapatkan rumah untuk menunjang hari tuanya nanti.
“Tips pentingnya itu merubah mindset, dengan merubah minsdset yang ada selama ini bisa mengubah semuanya. Harus mulai memikirkan mencicil rumah,” kata Dhonie dalam acara property outlook di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).
Untuk menumbuhkan semangat tersebut, generasi milenial ini bisa mencontoh effort generasi sebelumnya untuk memiliki rumah.
Generasi sebelumnya, menurut Dhonie, masyarakat justru mengutamakan mencicil rumah dibandingkan untuk membeli mobil.
“Atau kalau saya dulu waktu pertama punya rumah, mobil nomor dua, makan nomor dua, ikan asin cukup dan nyicil rumah nomor satu," ujarnya.
Selain itu, mindset yang harus diubah adalah generasi milenial ini harus mulai sadar untuk membeli rumah sebagai tempat berlindung dan memberikan kenyamanan kepada keluarganya di masa tua nanti.
"Rumah itu secara natural insting kita ingin punya tempat untuk memberikan kenyamanan kepada keluarga, benar kan. Jadi mindset itu pondasi yang sangat penting," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI