Suara.com - Tol Trans Jawa dari Merak Banten hingga Pasuruan Jawa Timur telah diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Artinya, masyarakat bisa dengan mudah mengakses daerah-daerah di Pulau Jawa menggunakan jalur darat.
Berdasarkan data PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terdapat 20 ruas jalan tol yang mengelilingi Pulau Jawa yang mana dioperasikan oleh beberapa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Dari 20 ruas jalan tol tersebut beberapa ruas tol masih dikenakan tarif Rp 0 alias digratiskan.
Untuk kendaraan golongan I, jika masyarakat ingin menuju Semarang yang melewati ruas tol Jakarta-Cikampek-Semarang, maka tarif yang dikenakan sebesar Rp 226.000.
Sedangkan, jika masyarakat dari Merak menuju Semarang melewati ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR)-Jakarta-Cikampek-Semarang dikenakan tarif Rp 289.000
Selanjutnya, masyarakat dari Jakarta yang hendak menuju Surabaya menyusuri ruas tol Jakarta-Cikampek-Surabaya dikenakan tarif tol sebesar Rp 483.000.
Kemudian, masyarakat dari Merak yang hendak berpergian ke Surabaya lewat ruas tol JORR-Jakarta-Cikampek-Surabaya dikenakan tarif seharga Rp 546.000.
Sementara, jika masyarakat dari Jakarta menuju Pasuruan dengan menyusuri ruas tol Jakarta-Cikampek-Pasuran maka dikenakan tarif Rp 512.000
Terakhir, masyarakat dari Merak yang hendak berpergian ke Pasuruan lewat ruas tol JORR-Jakarta-Cikampek-Pasuruan dikenakan tarif seharga Rp 575.000.
Adapun berikut tarif yang dikenakan dari masing-masing ruas tol Trans Jawa untuk kendaraan golongan I menurut data Jasa Marga:
Tangerang-Merak : Rp 41.000
Jakarta-Tangerang : Rp 7.000
JOOR : Rp 15.000
Jakarta-Cikampek : Rp 15.000
Cikopo-Palimanan : Rp 102.000
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan