Suara.com - Guna meningkatkan pendapatan negara, pemerintah Selandia Baru bakal menarik pajak digital dari Google, Facebook (FB) dan Amazon.
Perdana Menteri Jacinda Ardern seperti dikutip dari Reuters mengatakan, mengingat di negaranya akan diberlakukan penarikan layanan pajak digital, maka perusahaan jaringan digital multinasional yang masuk ke negaranya akan dikenakan pajak.
Ardern menuturkan, dalam kabinetnya telah disetujui pengeluaran kebijakan untuk memperbaharui aturan pajak supaya perusahaan digital multinasional membayar pajaknya secara adil.
“Sistem perpajakan kami saat ini tidak seimbang dalam hal memberlakukan pembayaran individu dan perusahaan multinasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemungkinan kebijakan tersebut sudah dapat disosialisasikan sekitar Mei 2019. Mengingat negara seperti Spanyol, Italia, Prancis dan India sudah mulai untuk mengumumkan pajak layanan digital tersebut.
Adapun besaran penarikan pajak ke perusahaan-perusahaan tersebut berkisar dua hingga tiga persen dari pendapatan kotor perusahaan.
(Muslimin Trisyuliono)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat