Suara.com - Kecelakaan kedua kalinya pesawat Boeing 737 MAX 8 berdampak pada harga saham perusahaan. Harga saham perusahaan asal Amerika Serikat itu anjlok setelah kecelakaan tersebut.
Seperti dikutip Bloomberg, saham Boeing merosot 9,7 persen jadi 381,70 dolar AS per lembar saham pada perdagangan 11 Maret kemarin.
Menurut Analis Saxo Capital Markets, Eleanor Creagh mengatakan, turunnya saham tersebut karena kekhawatiran investor terkait dengan keselamatan pesawat Boeing jenis 737 MAX 8.
Creagh mengamati, penurunan saham Boeing ini bisa berdampak pada pergerakan indeks Dow Jones.
"Pelemahan yang terjadi pada harga saham Boeing akan memukul Dow," kata Creagh.
Sebelumnya, sebuah Pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas.
Pesawat yang mengangkut 149 penumpang dan delapan awak penerbangan ini jatuh di kota Bishoftu atau 62 kilometer dari Ibu Kota Addis Ababa.
Seperti dilansir Reuters, pesawat dengan penerbangan ET 302 menuju Nairobi itu meninggalkan bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 8.38 pagi waktu setempat, tapi pada 8.44 pagi otoritas layanan navigasi kehilangan kontak pesawat tersebut.
"Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dan kami tidak memiliki informasi yang dikonfirmasi tentang selamat atau tidaknya korban," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Jatuh Sebanyak 2 Kali, Keselamatan Boeing 737 MAX Dipertanyakan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN