Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menginginkan Indonesia memiliki tempat yang di dalamnya sebagai pencipta teknologi. Dia pun mengibaratkan tempat tersebut seperti Silicon Valley.
Untuk diketahui, Silicon Valley merupakan salah satu daerah di San Fransisco, Amerika Serikat yang ditempati para inovator dan pencipta teknologi. Inovator di Silicon Valley rata-rata lulusan dari Universitas Stanford.
"Menghadapi kemajuan teknologi, saya bilang ini harus bikin semacam Silicon Valley, di mana pusat-pusat teknologi digabung, dibentengi. Kayak Silicon Valley kan Stanford, kita apa," kata JK saat ditemui usai membuka Indonesia Industri Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Senin (15/4/2019).
JK yang juga sebagai Ketua Umum PMI ini menuturkan, saat ini kemajuan teknologi memang tak bisa dihindari. Apalagi, teknologi bergerak dengan cepat.
"Dalam situasi seperti saat ini untuk menanggapi teknologi yang semakin berkembang tidak bisa dihindari dan ditolak dengan cara memanfaatkan teknologi," jelas dia.
JK pun meminta kepada perusahaan agar juga menerapkan teknologi. Pasalnya, dengan teknologi, perusahaan kecil kini bisa terkenal di dunia.
"Tentu bukan saja hanya revolusi industri, tapi revolusi entrepreneurship yang banyak terjadi. Perusahaan kecil bisa mendunia, bekerja bisa berubah di mana saja yang penting ada pekerjaan. Karena tidak bisa dihindari kemajuan, di samping asing perusahaan-perusahaannya baik," imbuh JK.
Berita Terkait
-
Jusuf Kalla: Tak Benar Indonesia Alami Deindustrialisasi
-
Wapres JK Sebut Jokowi dan Prabowo Sama-sama Menggunakan Strategi Islami
-
Jusuf Kalla: Pemilih Golput karena Kebingungan, Bukan Kecewa dengan Jokowi
-
Jusuf Kalla: Debat Terakhir Undecided Voters dan Swing Voters Ambil Sikap
-
Resmikan Rusunawa Mahasiswa di Malang, JK : Ilmu Tak Ada Batasnya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim