Suara.com - Setiap yang namanya pekerja, baik itu pegawai negeri maupun karyawan swasta, tentu akan selalu menerima gaji setiap bulannya. Gaji itu umumnya diberikan saat awal atau akhir bulan.
Mengatur pos-pos pembagian gaji sangatlah penting. Tujuannya, agar gaji yang didapatkan tidak langsung habis begitu saja, atau tiba-tiba ludes di tengah bulan.
Apakah Anda selalu mengalaminya? Kalau sudah seperti ini, biasanya Anda akan berpikir bahwa perusahaan tempat bekerja mungkin tak terlalu bisa diandalkan karena gaji yang diberikan tak pernah mencukupi.
Namun sebenarnya, seberapa pun besar gaji yang diterima tidak akan pernah membuat Anda merasa cukup bila tidak mampu mengatur keuangan. Jadi, merasa gaji selalu tidak pernah cukup bisa saja dikarenakan kebiasaan buruk dalam mengelola kekuangan.
Nah, agar terhindar dari gaji cepat habis setiap bulannya, simak tips berhemat berikut ini seperti dikutip dari Cermati.com.
1. Dana Cadangan sebagai Tabungan
Setelah menerima gaji, anggarkan 10-30% untuk menabung. Buat rekening bank khusus untuk menampung anggaran ini. Jangan menggunakan fasilitas kartu ATM, agar uang yang ada di rekening tersebut tidak mudah digunakan.
Jadi, selalu ingat memotong pemasukan untuk ditabung lebih dahulu, daripada menyisakan gaji setelah membelanjakan gaji. Biasanya "menyisakan" itu tak akan pernah bisa, dan itu hanya membuat Anda menunda-nunda menunggu gaji bulan depan.
2. Tentukan Skala Prioritas dalam Menggunakan Uang
Baca Juga: Thomas Djorghi Curhat Gajinya Pernah Dicopet Orang
Skala prioritas dalam keuangan sangatlah penting, sebagai acuan dan kontrol dalam pengelolaan keuangan. Jika memiliki berbagai tagihan, usahakan untuk membayar tagihan-tagihan tersebut sebelum digunakan untuk membelanjakan sesuatu yang hanya menjadi kesenangan semata.
3. Belanjakan Gaji secara Bertahap
Ketika gaji telah diterima, simpan terlebih dahulu dan jangan langsung dibelanjakan. Susun rencana setiap bulannya untuk menentukan seberapa besar gaji yang akan diabiskan untuk belanja. Dan pastikan Anda berkomitmen dan disiplin dengan rencana yang telah dibuat. Ingat untuk tak lebih besar pasak daripada tiang.
4. Berbelanja dengan Cerdas
Belanjalah sesuai dengan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan. Tujuannya agar lebih menghemat pengeluaran. Misalnya Anda ingin membeli baju, tas, atau sepatu baru, pikirkan terlebih dahulu. Jangan hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali.
Setelah itu, lihat isi lemari untuk benar-benar menentukan apakah Anda benar-benar membutuhkan barang-barang tersebut. Jika dirasa tidak membutuhkan yang baru, sebaiknya jangan membelanjakan uang untuk itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN