News / Nasional
Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB
Ratusan senjata api dan airsoft gun yang ditemukan di ruang kerja ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. [suara.com/istimewa]
Baca 10 detik
  • Mantan Ketua Yayasan IWD melalui kuasa hukumnya menyatakan 995 senjata api di sekolah swasta Jakarta Selatan memiliki izin resmi.
  • Alhadid menjelaskan senjata tersebut milik PT Lokta Karya Perbakin yang disimpan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak sejak lama.
  • Pihak IWD membantah kepemilikan narkotika dan CD porno yang turut ditemukan polisi bersamaan dengan temuan senjata tersebut.

Suara.com - Penemuan 995 pucuk senjata api di ruang ketua yayasan sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan menggemparkan publik.

Mantan Ketua Yayasan sekolah swasta berinisial IWD, melalui kuasa hukumnya, Alhadid Endar Putra, mengatakan ratusan senjata tersebut memiliki izin yang sah dan dokumennya telah ditunjukkan kepada kepolisian.

"Nomornya saja ya, karena dokumen kita tunjukan di Polres, Surat Izin Nopol SI/5483-XII/2008 untuk Airsoft Gun oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia," kata Alhadid yang merupakan Direktur PT Lokta Karya Perbakin kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Alhadid menjelaskan, senjata api tersebut merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin secara legal.

Menurut dia, senjata api itu berada di salah satu ruangan sekolah swasta di Jakarta Selatan karena sebelumnya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Alhadid mengatakan, pihak yayasan yang kini dikuasai seseorang berinisial N sempat meminta seluruh senjata api dibawa keluar. Namun, sejak akhir Juli 2026, pihak IWD tidak lagi diperbolehkan memasuki area sekolah.

"Namun gudang kami disana juga sudah dikuasai sejak bulan April oleh pihak-pihak yang tidak berhak tersebut dari N, dan kami pun tidak boleh masuk,” katanya.

“Sampai pada akhir Juli lalu, Bambang Prajuritno dan Untung Sangaji menghubungi kami, menyuruh kami untuk mengambil barang kami, tapi ketika staff saya sampai di sana pintu sudah dibuka ada polisi dan TNI," imbuhnya.

Alhadid mengklaim sebagian besar barang yang berada di ruangan tersebut merupakan suku cadang (spare part).

Baca Juga: Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

Ia juga menyebut keberadaan senjata api di ruangan yang diperuntukkan bagi kegiatan ekstrakurikuler itu telah diketahui Jenderal Suryo selaku pembina yayasan sejak 2021.

"995 airsoft itu tidak ada di ruang ex IWD, namun ada di ruangan gudang lain yang juga dikuasai oleh N sejak 5 bulan lalu," jelasnya.

Namun, Alhadid membantah kepemilikan narkotika dan CD porno yang turut ditemukan di lokasi.

Ia memastikan barang-barang ilegal tersebut bukan milik IWD maupun PT Lokta Karya Perbakin. Alhadid justru mempertanyakan asal-usul keberadaan barang-barang tersebut.

Load More