Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan masih terus membangun infrastruktur di periode keduanya. Salah satunya pembangunan jalan tol.
Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, pembangunan Jalan tol yang akan dikejar yakni Jalan Tol Trans Sumatera.
"Kalau ditotal seluruhnya seperti penugasan, tidak kurang 2.500 kilometer jalan tol akan dibangun dalam lima tahun ke depan," ujarnya dalam diskusi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kawasan SCBD, Jakarta pada Jumat (27/9/2019).
Basuki menuturkan, dalam periode pertama 2014-2019, pemerintah telah berhasil membangun dan mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.852 kilometer.
Angka itu, sambung Basuki, melebihi target awal yang sepanjang 1.060 kilometer.
"Komitmen konektivitas Pak Jokowi lima tahun ke depan dari Aceh sampai Bakauheni harus tersambung," tutur dia.
Menteri yang dijuluki 'Bapak Jalan Tol' ini menambahkan, beberapa ruas jalan tol juga akan diresmikan hingga akhir tahun ini.
"Akhir tahun dari Lampung sampai Palembang akan diresmikan. InsyaAllah sampai Aceh, Trans Sumatera bisa tersambung. Dari Bengkulu ke Palembang dari Padang ke Bukit Tinggi dan Medan hingga ke Toba," tutur Basuki.
Baca Juga: JJC Kebut Pembangunan Tol Japek Elevated II
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter