Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani dibuat gemas ketika mendapatkan pernyataan dari salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terkait utang negara.
Muhammad Naufal menyebut bahwa Indonesia tengah berstatus darurat utang. Bahkan, Naufal juga membandingkan kondisi utang Indonesia dengan Singapura bahkan Amerika Serikat.
"Singapura dan Amerika berutang melebihi negara kita, bertujuan memajukan negaranya. Nah sekarang Singapura dan Amerika mencapai tujuannya menjadi negara maju, sedangkan Indonesia utang terus bertambah. Setelah Indonesia berutang ribuan triliun, apakah ada bukti perkembangan di bidang ekonomi, infrastruktur dan keamanan Bu?" tanya mahasiswa Fisip Ilmu Komunikasi tersebut.
Merespon hal itu, Sri Mulyani justru menyindir agar lebih pintar menganalisis data terlebih dahulu. Ia mengingatkan, mahasiswa harus menerapkan tiga poin penting, yakni critical thinking, analytical thinking, complex problem solving, agar menjadi SDM yang unggul.
"Saya bicara di sini, di universitas ya. Kalau mahasiswa mudah dihasut dengan bilang oh utangnya sudah darurat and then anda bilang Indonesia darurat utang. Mahasiswa tidak bisa melihat data, membandingkannya, menganalisanya, maka kalian bukan mahasiswa," kata Sri Mulyani disambut tepuk tangan.
Menkeu lantas menjelaskan panjang lebar tentang maksud dan tujuan utang. Sri Mulyani tak sependapat dengan mahasiswa yang membandingkan kondisi Indonesia dengan Singapura dan Amerika.
"Kita negara besar, Singapura yang 6 juta penduduknya. Kita (Indonesia) 267 juta. Bukan berarti tidak bisa dibandingkan. Tapi mengurus 267 juta itu lebih rumit dari 6 juta (penduduk)," urainya.
Kontributor : Aziz Ramadani
Baca Juga: Pejabat Negara Banyak Korupsi, Sri Mulyani Sebut Itu Pengkhianatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN