Suara.com - Bertepatan dengan hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, PT Softex Indonesia memberikan apresiasi kepada para tenaga medis perempuan di Wisma Atlet yang berjuang sebagai garda terdepan dalam menghadapi wabah virus corona (COVID-19).
Apresiasi ditunjukkan dengan mendonasikan hampir 10.000 Softex celana menstruasi untuk sekitar 800 tenaga medis perempuan di Wisma Atlet, baik dokter, perawat, dan relawan.
Menurut Letda Ckm (K) dr. Oktaviani Eka Puspasari, yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, hampir 80 persen tenaga medis yang berjuang di Wisma Atlet adalah perempuan.
Untuk melindungi diri selama bertugas mereka harus mengenakan hazmat suit selama 1 shift (lebih dari 8 jam). Hal ini tentunya membuat para tenaga medis tidak leluasa membuka hazmat.
Kondisi jadi semakin sulit bagi tenaga medis perempuan, khususnya ketika sedang haid, karena mereka tidak bisa mengganti pembalut seperti biasanya.
Para tenaga medis perempuan ini membutuhkan pembalut yang memiliki daya tampung ekstra terutama saat hari pertama dan kedua haid, agar tetap nyaman dan fokus dalam menangani pasien.
“Melihat kenyataan dan kesulitan para perempuan hebat di Wisma Atlet, maka kami dari Softex Indonesia, terpanggil untuk membantu dengan menyediakan proteksi yang lebih tepat dan sangat dibutuhkan oleh tenaga medis perempuan yaitu Softex Celana Menstruasi. Pembalut berbentuk celana ini memiliki daya tampung 3 kali dari pembalut malam dan mempunyai bahan selembut kain," Head of Marketing Female Care PT Softex Indonesia, Ekayani Go dalam keterangannya, Selasa (21/4/2020).
"Dengan adanya donasi ini, kami harapkan tenaga medis bisa merasa lebih nyaman dan aman dalam menjalankan tugas mulianya sebagai pahlawan pandemi perempuan,” Ekayani menambahkan.
Baca Juga: Tak Melulu Berkebaya, Begini Cara Keren Cinta Laura Rayakan Hari Kartini
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026