News / Internasional
Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Kebakaran melanda fasilitas milik Saudi Aramco di Jizan, Arab Saudi, Minggu (9/8/2026) dini hari waktu setempat. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Fasilitas Saudi Aramco di Jizan mengalami kebakaran akibat serangan drone kelompok Houthi pada Minggu, 9 Agustus 2026.
  • Tim pemadam Kementerian Energi Arab Saudi berhasil memadamkan api dengan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa.
  • Serangan balasan dari Yaman tersebut memperketat eskalasi ketegangan regional serta mengancam keamanan energi global.

Suara.com - Kebakaran melanda fasilitas milik Saudi Aramco di Jizan, Arab Saudi, Minggu (9/8/2026) dini hari waktu setempat.

Otoritas setempat memastikan api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan tim pemadam bergerak cepat mengendalikan situasi.

“Kebakaran yang terjadi saat fajar telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban,” demikian pernyataan resmi pemerintah.

Dari video yang beredar di sosial media, tampak asap tebal membumbung tinggi ke angkasa saat kilang minyak Aramco terbakar hebat.

Kelompok Houthi dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Pendukung kelompok Houthi di Yaman turun ke jalan untuk rayakan gencatan senjata. (ANTARA)

Melalui juru bicara militernya, Yahya Saree, mereka menyebut serangan dilakukan menggunakan drone yang menargetkan fasilitas Aramco di wilayah Jizan.

Houthi menyatakan aksi itu sebagai balasan atas dugaan serangan drone Arab Saudi di provinsi Saada dan Hajjah, Yaman.

“Operasi ini merupakan respons terhadap agresi yang terus berlangsung,” kata Saree di platform X.

Baca Juga: Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

Pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan langsung terhadap klaim terbaru tersebut.

Namun, insiden ini kembali menyoroti eskalasi ketegangan antara Riyadh dan kelompok Houthi di kawasan perbatasan.

Jizan, yang berada di dekat perbatasan Yaman, kerap menjadi titik rawan dalam konflik regional.

Serangan terhadap infrastruktur energi seperti Aramco dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan keamanan kawasan.

Meski tidak menimbulkan korban, insiden ini memperpanjang daftar serangan terhadap fasilitas vital di Arab Saudi.

Situasi tersebut juga meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap keamanan jalur energi global di Timur Tengah.

Load More