Suara.com - Di saat banyak orang mengeluh akan kelangsungan bisnisnya yang mendadak berhenti akibat pandemi virus corona atau Covid-19, ternyata di lain pihak ada juga yang justru ketiban berkah dari pandemi ini.
Dapur MTW, restoran yang dimiliki kakak beradik ini Rangga Dewantoro Dewoso dan Tiwu Rayie Dewoso justru seperti mendapat durian runtuh saat wabah corona melanda Indonesia. Kok bisa sih?
Kepada Suara.com Rangga bercerita, awalnya ia takut wabah corona bisa mengganggu usaha restoran yang ia geluti, bahkan bisa-bisa menyebabkan gulung tikar.
"Biasanya sebelum adanya Covid-19, kebanyakan orang dine in (makan di tempat) tapi karena ada pandemi dine in kita diadakan bangku-bangku semua kita angkat ke meja, kita panik usaha kita ini bisa tutup," awal Rangga bercerita.
Sebelum adanya wabah, restoran yang menjual aneka makanan khas Indonesia ini hampir sebagian besar omsetnya didapatkan dari pelanggan yang datang untuk makan di tempat.
Rangga mengungkapkan, 70 persen pelanggannya makan di tempat sementara sisanya pesanan dari online melalui GoFood yang ada di aplikasi GoJek.
"Awalnya dine in ini 70 sama 30 pesanan dari Go-Food," katanya.
Ketakutan Rangga pun terbukti saat pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Bisnis restoran yang dimiliki Rangga mulai terganggu. Awal-awal PSBB omsetnya menurun drastis karena tidak banyak pelanggan yang membeli.
Tak putus asa, Rangga pun memaksimalkan peranan aplikasi GoFood nya yang sudah sejak tahun 2015 restorannya bergabung untuk menarik konsumen, ternyata respons konsumen pun sangat positif perlahan tapi pasti pesanan makanan yang ia jual mulai banyak lagi pembelinya.
Baca Juga: Ojol yang Lulus Cum Laude di Undip Terima Penghargaan dari Gojek
"Tapi kok kita lihat justru pesanan lewat Go-Food ini kok makin banyak setiap harinya, sampai-sampai pegawai kita kewalahan. Ini berarti pindah ini yang tadinya dine in jadi pesan lewat online" ucapnya.
Rangga menyebut setiap harinya sekitar 60 persen order makanan lewat Go-Food bisa ia layani, sementara yang konsumen datang langsung dan membawa pulang sekitar 40 persen.
Rangga pun bersyukur atas keberkahan ini, di tengah-tengah pandemi bisnis restorannya justru makin bergeliat.
"Sehingga saya engga perlu PHK pegawai saya," ucapnya.
Bahkan untuk lebih manarik konsumennya lagi, dapur MTW membuat makanan yang bersifat beku atau frozen food yang tentunya juga bisa langsung di pesan lewat aplikasi Go-Food.
"Sehingga konsumen bisa masak di rumah dengan bahan-bahan baku yang kami miliki, sesuai dengan selera," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun