Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:17 WIB
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Area Aceh, Banda Aceh, Aceh. [ANTARA FOTO/Khalis Surry/nym]
  • Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas logam mulia berada di kisaran Rp2,52 juta hingga Rp2,83 juta per gram pada pekan depan di Jakarta.
  • Proyeksi tersebut didasarkan pada potensi pergerakan harga emas dunia yang diprediksi bergerak dinamis antara 4.186 dolar AS hingga 4.572 dolar AS per troy ounce.
  • Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong permintaan investor terhadap emas sebagai aset aman.

Suara.com - Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas logam mulia berada dalam rentang Rp2,52 juta hingga Rp2,83 juta per gram pada pekan depan/

Ibrahim mengatakan, proyeksi tersebut mempertimbangkan pergerakan harga emas dunia yang juga berpotensi mengalami penguatan maupun pelemahan.

"Jadi logam mulia dalam sepekan kemungkinan besar rangenya di Rp2.520.000 per gram sampai di Rp2.830.000 per gram. Jadi lumayan ya ada selisih di Rp300.000. Itu ada selisih yang kemungkinan besar akan tercapai," ujar Ibrahim di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Ilustrasi membeli emas batangan untuk investasi. (dok. ist)

Ia menjelaskan, harga logam mulia pada perdagangan sebelumnya ditutup di level Rp2.681.000 per gram.

Jika harga emas mengalami pelemahan, harga logam mulia diperkirakan berada di level Rp2.661.000 per gram pada perdagangan Senin. Sementara dalam sepekan, harga berpotensi turun hingga Rp2.520.000 per gram.

Sebaliknya, apabila harga emas menguat, Ibrahim memperkirakan harga logam mulia pada Senin dapat mencapai Rp2.701.000 per gram.

Kemudian, hingga penutupan perdagangan Sabtu pekan depan, harga logam mulia berpotensi mencapai Rp2.830.000 per gram.

Sementara itu, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia juga masih bergerak dalam rentang yang cukup lebar.

Harga emas dunia pada perdagangan sebelumnya ditutup di level 4.375 dolar AS per troy ounce.

Apabila mengalami pelemahan, harga emas dunia diperkirakan turun ke level 4.279 dolar AS per troy ounce pada Senin. Dalam sepekan, harga berpotensi menyentuh 4.186 dolar AS per troy ounce.

Sebaliknya, jika harga emas dunia menguat, Ibrahim memperkirakan levelnya dapat mencapai 4.479 dolar AS per troy ounce pada Senin.

Dalam sepekan, harga emas dunia bahkan berpotensi naik hingga 4.572 dolar AS per troy ounce.

Faktor Penggerak

Ibrahim menilai ketidakpastian geopolitik, terutama ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran, masih menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong investor memburu aset aman seperti emas.

Ia menjelaskan, perbedaan sikap antara AS dan Iran terkait konflik di Timur Tengah membuat risiko geopolitik masih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

"Kalau kita lihat secara geopolitik yang pertama bahwa kita melihat bahwa Amerika, Trump dalam pertemuan di Amerika sendiri mengatakan bahwa Amerika memenangkan perang di Timur Tengah dengan Iran. Itu Trump sendiri yang mengatakan bahwa Iran sedang mengalami kekalahan telak," ujar Ibrahim.

Ibrahim menilai apabila ketegangan geopolitik kembali meningkat, terutama jika berimbas pada Selat Hormuz dan Laut Merah, harga emas dunia berpotensi terdorong lebih tinggi.

"Nah kemudian di sisi lain pun juga kalau seandainya geopolitik memanas tanpa adanya blokade selat hormus dan blokade laut merah, ini pun juga akan membuat harga emas dunia ini akan melojak tinggi," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com