Suara.com - PT Pertamina (Persero) memprediksikan adanya kenaikan konsumsi elpiji di Soloraya sebesar 2 persen selama Ramadan hingga jelang Lebaran.
"Rata-rata harian normal penyaluran elpiji di Soloraya saat ini sebanyak 750 metric ton (MT) dan prediksinya akan naik menjadi 763 MT," kata Pejabat Sementara General Manager Pertamina MOR IV Teuku Johan Miftah ditulis Rabu (20/5/2020).
Ia mengatakan angka konsumsi tersebut tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Menurut dia, pada Ramadan dan Lebaran 2019 angka konsumsi elpiji di Soloraya mencapai 760 MT/hari.
Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan elpiji khususnya tabung melon atau subsidi dari pemerintah, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap patuh pada aturan yang telah ditetapkan dan tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan elpiji.
"Salah satu aturannya adalah elpiji 3 kg ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu sehingga Pertamina berharap kepada masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik dapat menggunakan elpiji nonsubsidi, yaitu varian bright gas," katanya.
Menurut dia, jika di lapangan terjadi lonjakan permintaan elpiji 3 kg tersebut, Pertamina bersama dengan pemerintah daerah akan berkoordinasi untuk mengalokasikan pasokan tambahan dengan tidak mengurangi jumlah kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Yang pasti untuk stok elpiji yang berada di Fuel Terminal Pertamina saat ini dalam kondisi aman sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat hari raya nanti," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, saat ini khusus di wilayah Soloraya Pertamina memiliki lebih dari 9.501 pangkalan elpiji PSO dan sebanyak 708 outlet non-PSO.
"Untuk harga eceran tertinggi elpiji subsidi tersebut Rp 15.500/tabung. Ini sesuai dengan aturan pemerintah daerah," katanya. (Antara)
Baca Juga: Kebakaran di Tanjung Duren Diduga Akibat Kebocoran Elpiji
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi
-
99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!