Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (28/5/2020) pagi ini kembali dibuka di zona hijau, IHSG masih positif mengikuti pembukaan perdagangan kemarin.
Memulai perdagangan, IHSG tampak percaya diri naik dengan menguat 32 poin atau 0,69 persen menuju level 4.673,64.
Menguatnya IHSG juga diikuti oleh indeks LQ45 yang naik 8 poin atau menguat 1,27 persen ke level 689.333.
Di saat yang sama pula, sebanyak 127 saham menguat, 38 turun dan 112 saham belum ditransaksikan sama sekali.
Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, penguatan kembali DJIA sebesar +2.21 persen dikombinasikan dengan penguatan EIDO +0.18 persen serta penguatan harga komoditas CPO sebesar +4.06 persen berpotensi mendorong kembali penguatan IHSG dalam perdagangan di hari Kamis ini.
Di lain pihak, turunnya harga komoditas seperti Oil -6.21 persen, Coal -1.06 persen, Gold -0.18 persen, Tin -0.26 persen & Nickel -1.62 persen berpotensi mendorong profit taking saham berbasis komoditas tersebut dalam perdagangan Kamis ini.
"Mengetahui IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya, ditengah investor asing yang terus membukukan Net Sell dimana YTD (as of May 27, 2020) mencapai sebesar Rp -28.81 triliun membuat secara valuasi masih cukup banyak saham sangat menarik untuk dibeli," kata Edwin dalam analisanya.
"Kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BOW atau Swing Trade maka dapat fokus atas saham dari sektor Bank, Coal, Property, Industri Dasar, Konstruksi, Telko, CPO, Retail dan Infrastruktur dalam perdagangan Kamis ini," tambahnya.
IHSG diperkirakan bergerak pada 4,594 - 4,674 adapun saham-saham yang direkomendasikan hari ini adalah BBRI, PTBA, PWON, SMGR, WIKA, EXCL, BSDE, AALI, ERAA dan TOWR.
Baca Juga: Modal Asing yang Kabur dari Indonesia Sedikit Berkurang di April 2020
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
-
Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya
-
Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya
-
Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli