Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir berencana kembali merampingkan jumlah BUMN sampai tinggal 40 perusahaan saja.
Empat puluh perusahaan pelat merah itu nanti akan masuk dalam 12 klaster yang berada di bawah dua wakil menteri dan Erick.
"Saya minta ini konkret dan mohon dukungan semua dan saya berharap juga dengan transformasi yang kita lakukan sama-sama salah satu kuncinya juga kekompakan," ujar Erick dalam pernyataan secara virtual, Selasa (18/8/2020).
Salah satu klaster BUMN yang sedang disusun, yaitu klaster pariwisata. Nanti, klaster ini merupakan hasil peleburan dari delapan BUMN.
"Kami di kementerian terlepas dari memang blueprint-nya, roadmap-nya, kita sekarang mempunyai 12 kluster, tapi salah satu klusternya itu kluster pariwisata dan pendukung. Di mana kita menggabungkan delapan BUMN menjadi kekuatan supply chain yang luar biasa, tanpa memusuhi atau merusak ekosistem, kerja sama kita dengan pihak swasta, UMKM, BUMN, BUMDes dan lain-lain," kata Erick.
Untuk BUMN yang tak masuk dalam 12 klaster akan dilakukan restrukturisasi oleh BUMN pengelola aset.
"Sisanya itu nanti direstrukturisasi di PPA. Yang kita juga bentuk tim juga. Nah kalau ketiga tim ini enggak kompak nggak jalan juga," kata Erick.
Sebelumnya, Erick sudah merampingkan jumlah BUMN dari 142 menjadi 107.
Peleburan BUMN merupakan salah satu program yang dicanangkan Erick ketika memimpin Kementerian BUMN.
Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Ekonomi Indonesia Membaik Setelah Ada Vaksin Corona
"Tahun ini kita kejar lagi, kalau bisa di angka 90-80 BUMN, bahkan kalau bisa 70 BUMN untuk beberapa tahun ke depan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum