Suara.com - Minat masyarakat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah membeli emas perhiasan tetap tinggi meskipun harga setiap gramnya cenderung berfluktuasi di tengah pandemi Covid-19.
"Harga jual emas memang berfluktuasi dan akhir-akhir ini memang cenderung naik. Namun, minat masyarakat membeli tetap tinggi," kata penjaga toko emas Mutiara Silver Mayong Yida di Jepara, ditulis Rabu (9/9/2020).
Hal itu, kata dia, terlihat dari transaksi setiap harinya mencapai puluhan pembeli mulai dari kalung, gelang, cincin hingga anting-anting.
Untuk harga jual emas perhiasan dengan kadar 75 karat harganya sebesar Rp 820.000 per gramnya, sedangkan yang berkadar 40 karat dijual Rp 490.000 per gramnya.
Menurut dia bagi beberapa kalangan emas perhiasan menjadi simpanan seperti halnya tabungan yang sewaktu-waktu bisa dijual kembali ketika membutuhkan uang.
"Selain menjadi simpanan, perhiasan tersebut juga bisa dipakai sehari-hari untuk mempercantik penampilan," ujarnya.
Ningsih, salah seorang pembeli kalung emas mengakui membeli emas perhiasan karena untuk investasi jangka panjang.
Ia mengakui setiap kali memiliki uang cukup banyak lebih memilih dibelikan emas sehingga ketika harga jualnya naik bisa dijual kembali dengan harga yang lebih mahal, ketimbang saat membelinya.
Selain itu, kata dia, ketika memiliki kebutuhan mendesak, bisa dijual kembali di toko emas yang menjual perhiasan tersebut.
Baca Juga: Yesi Indola, PNS 37 Tahun Cari Jodoh, Perawan, Mahar Emas 37 Gram, Mau?
Harga jual emas yang dibeli saat ini, kata dia, memang ada kenaikan karena harga perhiasan yang dibeli sebelumnya untuk kadar 75 karat hanya Rp 800.000 per gram, kini naik, sedangkan yang kadar 40 karat juga sama dari sebelumnya Rp 400.000 per gram juga naik menjadi Rp 490.000 per gram.
Meskipun demikian, dia mengaku, tidak mempermasalahkannya karena tokonya ketika menerima penjualan juga akan membelinya sesuai harga jual emas terkini. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun