Suara.com - Harga minyak dunia turun setelah cadangan minyak mentah Amerika Serikat mengalami peningkatan.
Mengutip CNBC, Rabu (18/11/2020) harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2020 turun 15 sen menjadi 41,43 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sedangkan harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari 2021 melorot 7 sen menjadi 43,75 dollar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Menurut laporan yang dirilis American Petroleum Institute (API), cadangan minyak AS diperkirakan meningkat 4,174 juta barel pekan lalu. Perkiraan peningkatan tersebut melampaui ekspektasi para analis peningkatan hanya 1,7 juta barel.
Brent ditutup di level tertinggi 10 pekan setelah pengumuman Moderna bahwa vaksin virus corona yang dikembangkannya efektif 94,5 persen. Itu mengikuti berita serupa dari Pfizer minggu lalu.
Tetapi prospek ekonomi jangka pendek tetap buram dengan beberapa negara Eropa memperketat pembatasan karena kasus virus corona melonjak.
Guna mengatasi permintaan energi yang melemah di tengah gelombang kasus virus korona, Arab Saudi meminta sesama anggota OPEC Plus agar fleksibel dalam menanggapi kebutuhan pasar minyak karena meningkatnya kebutuhan untuk kebijakan produksi yang lebih ketat pada 2021.
Opsi yang mendapatkan dukungan di antara negara-negara OPEC Plus adalah mempertahankan pemotongan yang ada sebesar 7,7 juta barel per hari (bph) selama tiga hingga enam bulan ke depan, kata narasumber, ketimbang memangkas pengurangan menjadi 5,7 juta bph pada Januari.
Baca Juga: Nikita Mirzani Bongkar Latar Belakang Habib Rizieq Penjual Minyak Tahun 90
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah