Suara.com - Harga emas dunia kembali melemah imbas kabar baik dari efektivitas vaksin corona yang akan menekan penyebaran virus corona.
Mengutip CNBC, Rabu (18/11/2020) harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 1.884,91 dollar AS per ounce.
Sedangkan emas berjangka patokan Amerika Serikat ditutup 0,1 persen lebih rendah menjadi 1.885,10 dollar AS per ounce.
Emas merosot sebanyaknya 1,3 persen pada sesi Senin setelah Moderna mengatakan vaksinnya 94,5 persen efektif dalam mencegah Covid-19 dalam uji coba tahap akhir, menjadi pabrikan obat Amerika kedua setelah Pfizer yang melaporkan hasil melebihi ekspektasi.
Sementara itu, penjualan ritel AS meningkat kurang dari ekspektasi pada Oktober dan dapat melambat lebih jauh di tengah meningkatnya infeksi dan pembatasan baru.
Membatasi kejatuhan harga emas, Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,3 persen terhadap sekeranjang saingannya.
"Emas terjebak dalam kisaran. Ini membatasi sisi atas, 1.900 dollar AS adalah level kunci resistance, dan 1.850 dollar AS adalah support utama," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago.
"Semua orang percaya bahwa inflasi tahun depan bakal meningkat dan Federal Reserve tidak akan melakukan apa-apa," kata Phillip Streible menambahkan.
Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, melambung lebih dari 24 persen sejauh tahun ini, terutama diuntungkan dari stimulus global besar-besaran.
Baca Juga: Toko Emas di Meulaboh Dirampok, 30 Mayam Emas Dibawa Kabur
Harga logam lainnya, perak turun 0,8 persen menjadi 24,54 dollar AS per ounce. Platinum naik 0,4 persen menjadi 929,33 dollar AS per ounce, sementara paladium melemah 0,7 persen menjadi 2.317,72 dollar AS per ounce.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon