Suara.com - Badan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bidang Perindustrian Perdagangan & ESDM melakukan kegiatan pelepasan ekspor perdana untuk komoditi makanan olahan dan minuman.
Pelepasan secara simbolis di lakukan oleh menteri perdagangan RI M Lutfi melalui daring dan di hadiri juga secara langsung oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Bapak Kasan dan juga Konjen RI untuk New South Wales, Australia Bapak Heru Hartanto.
M Lutfi dalam sambutannya mengatakan berharap HIPMI bisa menjadi penggerak penggerak ekspor Indonesia di masa yang akan datang. Produk makanan dan minuman Indonesia akan menjadi primadona.
Negara tujuan ekspor perdana dari produk UMKM Hipmi ini adalah Australia, dan ini bisa terselenggara tentunya atas kerja sama kordinasi yang baik antara Kementerian Perdagangan melalui Dirjen PEN dan juga atase perdagangan dan ITPC yg ada di sydney ungkap Rama Datau, Ketua BPP HIPMI Bidang Perdagangan Perindustrian & ESDM.
Rama Datau menambahkan bahwa Saat ini berdasarkan data yang dihimpun oleh HIPMI bahwa dari total ekspor Indonesia, kontribusi UMKM berada di sekitar 14 sampai 15%, ke depan Hipmi akan berupaya mencetak pengusaha pengusaha pelaku ekspor baru agar bisa menaikan jumlah kontribusi UMKM dalam perdagangan ekspor luar negeri.
Memang harus di akui tidak mudah untuk pelaku usaha untuk bisa mengekspor produknya khususnya produk UMKM, ini sangat di rasakan saat kami dari Hipmi melakukan proses kurasi untuk produk produk UMKM tersebut.
Banyak para pelaku UMKM masih belum mengetahui standard sertifikasi yang di butuhkan, kemasan yang bisa di terima oleh negara pengimpor dll. Disini peran kami di Hipmi sebagai pendamping para pelaku UMKM tersebut untuk bisa mendapatkan informasi pelatihan serta akses pembeli.
Untuk Australia sendiri Hipmi bekerja sama dengan trading house di Australia yg di miliki oleh salah satu diaspora Indonesia di Australia yang bernama House of Indonesia.
Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari partisipasi nyata HIPMI dalam mendukung program pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan RI dalam rangka pengembangan pasar ekspor, untuk produk produk UMKM dan juga untuk membangkitkan perekonomian Indonesia pada situasi pandemi Covid-19 saat ini.
Baca Juga: Hari Ini, Penyuap Eks Menteri KP Edhy Prabowo Jalani Sidang Tuntutan
Sementara Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming yang mengikuti kegiatan ini secara daring mengatakan Harus di syukuri meskipun di masa Pandemi ini ternyata Hipmi masih bisa memberikan kontribusi nyata kepada para pelaku UMKM untuk bisa memasuki pasar global, dan di harapkan dengan adanya kegiatan ini bisa membangkitkan semangat para pengusaha pelaku umkm di indonesia
Mardani menambahkan bahwa ekspor perdana tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah momentum yang menandai kesiapan HIPMI untuk turut berkontribusi dalam membantu para pelaku usaha UMKM, serta bisa melebarkan usahanya khususnya memasuki pasar global.
Dalam sambutannya Dirjen Pengembangan Eskpor Nasional Kementerian Perdagangan RI Bapak Kasan menyampaikan kolaborasi antara pemerintah dengan swasta khususnya asosiasi pengusaha sangat penting agar bisa mendorong para pengusaha ukm untuk menjadi pelaku usaha global sesuai mandat yg di amanatkan oleh Presiden RI kepada Menteri Perdagangan.
Dirjen PEN akan memfasilitasi para pengusaha HIPMI dengan semua ITPC di bawah Kementerian Perdagangan agar bisa memperluas pasar ekspor untuk produk produk anggota HIPMI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
-
Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik
-
Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi
-
Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram
-
IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis
-
Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing
-
Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS
-
Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini
-
Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal