Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merasa percaya diri Ekonomi Indonesia bakal bisa bangkit pada kuartal II 2021. Bahkan, bisa mencapai 7 persen pada kuarta II 2021.
Keyakinan tersebut sesuai dengan proyeksi konsensus yang dilakukan pemerintah. Sedangkan, katanya, prediksi berbagai lembaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal II paling tinggi bisa mencapai 5 persen.
"Kuartal II 2021 berdasarkan proyeksi konsensusnya antara 6,7-7,1 persen. Ini terjadi kenaikan di kuartal II. Demikian pula secara yoy diperkirakan pertumbuhan berbagai lembaga itu bisa di tahun ini sampai 4,9 persen tertinggi dan terendah 4,3 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (5/5/2021).
Menurut Airlangga, kebangkitan ekonomi pada kuartal II akan didorong oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan positif pada periode tersebut.
"Kemudian, kontribusi konsums pemerintah 2,96 persen. Jadi jelas peran anggaran ini mendongkrak pertumbuhan sebesar 2,96 persen," kata mantan Menperin.
Ketua Umum Partai Golkar ini juga menuturkan, Ekonomi Indonesia juga akan terdorong dari kinerja ekspor impor yang mulai membaik pada kuartal II 2021.
"Nah, secara tahunan diperkirakan di 2021 forecast-nya 4,5-5,3 persen," sebut Airlangga.
Sebelumnya, Airlangga mengklaim ekonomi Indonesia mulai menuju ke arah perbaikan. Hal ini, jelasnya, dilihat dari indikator perekonomian yang juga mulai membaik.
Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut perekonomian Indonesia membentuk kurva seperti huruf V.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Masih Minus, Begini Respon Pemerintah
"Dari sisi demand side sudah kita lihat berbagai chart itu menunjukkan positif ataupun proyeksi yang membaik di 2021 baik dari konsumsi rumah tangga meski minus tapi sudah 2,23 lebih baik dari kuartal IV," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara