Suara.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjamin ketersediaan bahan-bahan pokok di tengah pemberlakukan PPKM darurat. Bahkan, ia juga menjamin tidak ada gejolak harga saat masa pengetatan ini.
"Jadi kalau kita lihat sekarang hari ini bahwa barang semua tersedia dengan baik," ujarnya dalam konferensi pers virtual, yang ditulis Selasa (6/7/2021)..
Ia membeberkan, pada bahan pokok beras misalnya yang berdasarkan data 2 Juli 2021 kualitas medium harganya masih sama dijual sebesar Rp 10.500 per kg dibanding bulan Juni lalu periode yang sama.
Sementara, pada beras kualitas premium harganya turun tipis dari Rp 12.400 pada bulan lalu, menjadi Rp 12.300 per kg.
Kemudian untuk gula pasir, pada periode yang sama harganya masih sama yaitu dipatok Rp 13.000 per kg. Lalu, ada sedikit kenaikan pada minyak goreng kemasan yang dibanderol seharga Rp 15.800.
"Minyak goreng ini ada kenaikan sedikit karena disebabkan tingginya harga CPO pada bulan-bulan sebelumnya," ungkap Lutfi.
Sedangkan, ada penurunan harga untuk harga makanan seperti daging sapi yang sebesar Rp 126.000 per kg, daging ayam ras sebesar Rp 35.700, telur ayam ras sebesar Rp 25.800, dan cabe merah keriting yang dibanderol Rp33.700 per kg.
"Jadi ini ketersediaan barang dan saya bisa pastikan seluruh bapok tadi itu mempunyai kecukupan lebih dari 2 minggu pada hari ini setidaknya tapi yang lain lebih dari 1 bulan," kata Lutfi.
Dari sisi ketahanan stok, Mantan Dubes Indonesia untuk AS ini menyebut masih terjaga, yang masing-masing dirasa cukup untuk menghadapi PPKM darurat.
Baca Juga: PPKM Darurat! Jalanan Surabaya Sampai Disemprot 'Kimia Radioaktif'
Misalnya, beras sebesar 17,4 bulan, gula pasir 1,9 bulan, minyak goreng 1,49 bulan, daging sapi atau kerbau 0,26 bulan, daging ayam ras 1,1 bulan.
"Mudah-mudahan dalam PPKM Darurat ini barang pokok dan barang penting ini tidak jadi permasalah apapun yang ada di pasar," pungkas Lutfi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik