Suara.com - Nasib seseorang memang tidak ada yang menyangka, dari seorang karyawan kantoran bisa menjadi pengusaha sukses. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang membuat nasib seseorang bisa berubah dengan cepat.
Hal inilah yang dialami oleh Teguh yang dulunya seorang Branch Manager di sebuah Bank, kini menjadi pebisnis dimsum.
Seperti dilansir dari Youtube Kisah Tanpa Batas, Teguh tidak berpikiran untuk membuka usaha. Bahkan kinerjanya sebagai branch manager sangat gemilang. Ia seringkali mendapatkan penghargaan manager bank terbaik di seluruh Indonesia.
Akan tetapi, dengan segala penghargaan itu justru membuat teguh untuk berhenti bekerja. Teguh pun berhenti bekerja tanpa memiliki rencana ke depannya.
"Awalnya malah kami jualan thai tea di bazar, karena animo masyarakat bagus terus kami cari pasangannya yang cocok sambil minum teh. Akhirnya kami coba untuk bikin dimsum, ya begitu kami kasih tester, berkali-kali gagal, akhirnya ketemulah resepnya yang banyak disukai konsumen," kata Teguh.
"Saya belajar otodidak, kami nyobain ya cari tahu sana-sini, akhirnya kami temuin beberapa yang cocok, formula yang cocok seperti apa, itu kami belajar bertahun-tahun," tambahnya.
Pria lulusan MBA ITB ini mengaku tidak punya modal untuk membuka usaha tersebut. Bahkan, ia mengali-gali isi dompet dari gaji terakhir bekerja di bank sebagai modal usaha.
Tidak hanya modal, Pria berkaca mata ini juga memulai usahanya dengan melalui jurang yang terjal. Karena memiliki modal yang sedikit, ia membeli bahan-bahan untuk membuat dimsum yang begitu terbatas.
Ia juga mengaku tidak memiliki ketrampilan untuk membuat dimsum. Teguh belajar membuat dimsum secara otodidak dengan bertanya sana-sini.
Baca Juga: Napi Rutan Makassar Dilatih Lebih Produktif di Tengah Pandemi Covid-19
"Kami pelan-pelan beli peralatan, beli yang kecil, ayam kami beli kalau bisa terakhir. Semua kami dari 0 termasuk keahlian dari 0, dari belum mengerti cetak dimsum, kukus dimsum juga engga tau, sampai tingkat kematangan engga tau, tapi kami belajar," ucapnya.
Namun, keelutan Teguh untuk belajar membuahkan hasil, ia berhasil membuat dimsum yang disukai konsumen. Bahkan, dengan kegigihannya Teguh bisa memproduksi 15.000 buah per hari.
Kendati demikian, adanya pandemi sempat membuat bisnis Teguh terganggu, bahkan omset meluncur hingga hanya mendapat 25 persen dari biasanya. Akan tetapi, bisnisnya bisa tetap selamat, adanya e-commerce sangat membantu penjualannya.
"Jadi menutupi penjualan di kedai, bahkan penjualan kami naik 1.000 persen, kami sudah promo dari februari sebelum kasus pertama covid, karyawan cuma 1 orang, bahkan produksi di rumah karyawan sendiri, sampai sekarang dia sudah bisa produksi sendiri sudah mandiri udah bisa buka sendiri," tuturnya.
Kini Teguh sangat bersyukur dengan penyampaiannya selama ini. Ia merasa berubah menjadi pebisnis bisa membawa berkah ke semuanya, karena bisa membuka lapangan kerja, dan memberikan pendapatan bagi orang banyak.
Dan kini penghasilannya sebulan pun melebih bekerja di bank, Bahkan kata dia, dalam sebulan omset setara dengan harga Mobil Pajero Sport.
"Pabrik dimsum kita 2020, tadinya namanya kedai kita, ini berubah karena kami udah mulai jualan online. Kami bisa ciptakan lappangan kerja, produksi 15-20 orang, stokist ada juga, jadi dia sambil kerja, bahkan ibu rumah tangga. Omset dapet pajero Sport atau fortuner sebulan," pungkas Teguh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan
-
MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni
-
Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI
-
IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
-
Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya