Suara.com - Gembira Loka (GL) Zoo Yogyakarta kembali dibuka untuk uji coba selama PPKM Level 3. Namun demikian, pengelola membatasi jumlah pengunjung. Sejak dibuka pada Senin (13/9/2021), sekitar 40 orang yang memenuhi syarat diizinkan berkunjung.
Disampaikan Kepala Bagian Humas dan Promosi GL Zoo Fahmi Ramadhan, pihaknya terpaksa menolak sekitar 100 orang pengunjung lantaran masih dibawah usia 12 tahun.
"Benar sejak kemarin sudah kami uji coba, dan 40 orang boleh masuk. 100 orang yang ditolak," kata Fahmi, Selasa (14/9/2021).
Terkait hal ini, pihaknya mengakui menaati aturan Pemerintah Pusat untuk tidak menerima anak-anak di bawah usia 12 tahun masuk ke destinasi wisata.
"Sesuai dengan peraturan yang 12 tahun ke bawah ini dilarang masuk," terang dia.
Ia juga menuturkan, pengelola mewajibkan pengunjung untuk instal aplikasi pedulilindungi untuk data para pengjunjung sebelum masuk ke taman satwa. Hal itu sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19.
Pengelola sendiri mengakui akan terus melakukan evaluasi aturan yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia juga berharap wabah COVID-19 yang semakin membaik jadi sinyal positif untuk destinasi wisata.
"Semoga kedepan kebijakan bs segera kondusif bagi semua masyarakat," terang dia.
Penolakan ratusan wisatawan di GL Zoo diapresiasi Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Heroe mengatakan, butuh ketegasan agar wabah COVID-19 bisa dikendalikan.
Baca Juga: Deretan Seleb Kena Badai Sitokin Setelah Covid-19, Chandra Liow Diminta Ikhlas
"Jadi ini memang, meski sudah dibuka, salut dengan teman-teman di kebun binatang (GL Zoo) yang menaati aturan belum mengizinkan usai di bawah 12 masuk," terang Heroe kepada wartawan.
Tag
Berita Terkait
-
Ayam di Kandang Baterai Disebut Bisa Sebabkan Penyakit Salmonellosis
-
Epidemiolog Khawatirkan Lonjakan Kasus meski Rasio Positif Makin Rendah
-
Update 14 September: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 4.128 Kasus, 250 Jiwa Meninggal
-
Ini Saran Dokter Reisa Terkait Ramai Virus Corona Varian Mu
-
Terapkan Gaya Hidup Aktif? Perhatikan Kebutuhan Nutrisi dan Cairan Ya!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?