Suara.com - Investor yang juga salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett memang sangat handal bila ditanyai masalah investasi.
Meski dikenal sebagai salah satu investor sukses, namun itu semua tidak bisa ia dapatkan tanpa kehebatannya dalam memiliki sumber daya manusia alias karyawan.
"Saya benar-benar hanya memiliki dua pekerjaan. Yang pertama adalah menarik dan mempertahankan manajer yang luar biasa untuk menjalankan berbagai operasi kami," kata Buffet dalam sebuah wawancara.
Melansir dari Warta Ekonomim, Buffet secara jelas menyebut mempertahankan manajer yang luar biasa itu dimulai dengan satu prasyarat.
"Kami mencari tiga hal ketika kami mempekerjakan orang. Kami mencari kecerdasan, kami mencari inisiatif atau energi, dan kami mencari integritas," tegas Buffett.
Sehingga, tanpa memiliki integritas, maka dua hal sebelumnya akan sia-sia. Seseorang tanpa integritas adalah orang yang malas dan bodoh. Mempekerjakan seseorang tanpa integritas juga merupakan risiko bisnis yang besar.
Seorang psikolog senior Henry Cloud menulis dalam bukunga tentang hal ini. Buku dengan judul Integritas: Keberanian untuk Memenuhi Tuntutan Realitas, ia menjelaskan, pada akhirnya integritas akan menentukan apakah otak, bakat, kompetensi, energi, usaha, kemampuan membuat kesepakatan, dan peluang dapat membuahkan hasil.
Saat belajar dan beradaptasi dengan semua aspek integritas, pada akhirnya seseorang akan sampai pada titik lebih mudah untuk mengembangkan kepercayaan, memperbaiki hubungan setelah konflik, mendengarkan dengan empati, atau memberikan feedback kritis untuk membangun seseorang.
Handal dalam berkomunikasi dengan orang lain dan kemampuan untuk berorientasi pada kebenaran adalah dua bagian yang tidak dapat ditawar dari seseorang yang berintegritas.
Baca Juga: Tuntut Perubahan, Karyawan Apple Keluarkan Surat Terbuka
Dapat disimpulkan, integritas adalah seseorang yang akan memanfaatkan kedua kemampuan untuk beroperasi dari kejujuran, menerima perubahan, menolak kesalahan, dan mendapatkan hasil nyata untuk tujuan yang bermakna.
Berita Terkait
-
Karyawan Pusat Perbelanjaan di Balikpapan Diingatkan untuk Manfaatkan Kegiatan Vaksinasi
-
Mess Summarecon Bekasi Kebakaran, Semua Pekerja Lagi Istirahat ke Luar
-
Tips Sisihkan Uang Untuk Menabung Dari Gaji Kecil, Bisa Investasi Juga!
-
Viral Pria Menyesal Jual Saham Pada 1977, Kini Harganya Naik 2500 Kali Lipat
-
Hobi Unik Orang Terkaya di Dunia, Ada yang Suka Perbaiki Jam Hingga Koleksi Artefak
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Cek Syarat Lengkap Promo Buy 1 Get 1 di Sports Station dan Planet Sports di MAPCLUB
-
Presiden Minta Pabrik Gula Wajib Punya Kebun Tebu
-
Kekayaan Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Bukan Karena Kedekatan, DPRD Bogor Puji Keberanian Bupati Gelar Seleksi Terbuka Jabatan ASN
-
Terungkap di Sidang, Calon Perangkat Desa Jual Motor hingga Gadai Sertifikat Demi Lolos Seleksi
-
Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
-
Harga Wuling Aira EV Cuma Rp155 Juta, Meluncur di GIIAS 2026
-
Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal
-
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng Program MBG di Ciputat Positif Sabu dan Ekstasi
-
Pelajaran Kepemimpinan Perempuan dari Angela Tanoesoedibjo: Hadir, Mendengar, dan Bertumbuh Bersama