Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB
Ilustrasi mayones (Freepik.com/Atlascompany)
  • Produsen makanan Ajinomoto menaikkan harga mayones dan produk lainnya sebesar enam hingga sepuluh persen pada Desember 2026.
  • Kenaikan harga tersebut dilakukan untuk mengimbangi lonjakan biaya bahan baku akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.
  • Pesaing Ajinomoto yaitu Kewpie Corp juga menaikkan harga produknya maksimal 25 persen mulai tanggal 1 November 2026.

Suara.com - Produsen makanan asal Jepang, Ajinomoto Co, akan menaikkan harga mayones dan sejumlah produk lainnya. Perusahaan akan menaikkan 6–10 persen mulai Desember 2026..

Kenaikan harga tersebut dilakukan untuk mengimbangi peningkatan biaya bahan baku yang terdampak konflik di Timur Tengah. Dilansir Japan Today, sebanyak  21 produk Ajinomoto akan mengalami kenaikan harga  mulai 1 Desember 2026.

Produk mayones yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga termasuk di dalam daftar produk yang harganya akan disesuaikan.

Ilustrasi. (Shutterstock)

"Ajinomoto Co mengatakan pada Rabu bahwa perusahaan akan menaikkan harga mayones dan produk lainnya sekitar 6 hingga 10 persen mulai Desember untuk meneruskan kenaikan biaya bahan baku di tengah konflik Timur Tengah," demikian laporan tersebut dikutip Japan Today, Minggu (13/9/2026).

Kenaikan harga juga dilakukan oleh pesaing Ajinomoto, Kewpie Corp. Perusahaan tersebut berencana menaikkan harga eceran sekitar 224 produk yang dikirim mulai 1 November 2026, termasuk mayones dan saus salad. Besaran kenaikan harga Kewpie mencapai maksimal 25 persen.

Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap rumah tangga Jepang yang tengah menghadapi kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Ketegangan di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi, dan membuat yen juga melemah. Imbasnya, biaya impor Jepang yang bergantung pada pasokan dari luar negeri mengalami kenaikan harga.

Sementara itu, tekanan harga juga terjadi pada komoditas gandum. Kementerian Pertanian Jepang pada Rabu mengumumkan kenaikan harga rata-rata gandum impor yang dijual kepada penggilingan tepung dan perusahaan lainnya sebesar 12 persen untuk periode Oktober 2026 hingga Maret 2027 dibandingkan enam bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang mencatT harga gandum impor akan mencapai 70.020 yen per ton. Angka tersebut mengalami kenaikan  pertama kalinya dalam tiga setengah tahun ini yang sebelumnya menembus ambang 70.000 yen per ton,

Saat ini, Jepang sangat bergantung pada impor gandum untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Lebih dari 80 persen kebutuhan gandum domestik Jepang dipenuhi melalui impor.

Pemerintah Jepang membeli gandum dari Amerika Serikat dan Kanada sebelum menjualnya kepada perusahaan-perusahaan swasta.

Kondisi tersebut membuat pelemahan nilai tukar yen, biaya transportasi, harga komoditas global, serta gejolak energi berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut terhadap harga pangan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat Jepang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com