Suara.com - Sandiaga Uno mendapat dukungan sebagai calon presiden (capres) di 2024. Relawan Kawan Sandi (RKS) Pulau Lombok mendeklarasikan Sandiaga Uno maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di pasar tradisional.
Ketua RKS Wilayah Lombok, Ahmad Roji menyampaikan, deklarasi tersebut didukung segenap masyarakat yang ada di empat kabupaten dan satu kota di Pulau Lombok. Mereka merupakan para pengusaha muda, masyarakat tokoh adat, dan tokoh agama.
"Kita adakan di pasar umum, pasar tradisional. Kita kemarin jujur saja seluruh potensi dan talenta yang ada kita koordinir. Dari Lombok Utara, Lombok Barat, Mataram, dan Lombok Timur, Lombok Tengah, untuk ajak gabung ke sini," ujar Roji di Pasar Masbagik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, ditulis Senin (27/9/2021).
"Kami ingin mengambil bagian di republik ini untuk mendorong Sandi Uno sebagai presiden masa depan 2024," sambung dia.
Roji mengatakan, Sandiaga Uno merupakan sosok yang cerdas dan memiliki jam terbang tinggi dalam dunia wirausaha. Terlebih, selama menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno juga mampu mendorong perkembangan desa-desa wisata.
"Mengakomodir semua kepentingan pengusaha, wirausaha, kemudian pelaku-pelaku UMKM. Dan ini dibuktikan ketika belum jadi menteri dan saat jadi menteri pun dia menjadi orang yang sangat luar biasa. Karena itulah saya kira teman-teman ini mau bergabung dengan Sandi," ucapnya.
Sementara itu, anggota RKS, Husni Hari juga menjelaskan alasannya mendukung Sandiaga Uno. Pemilik Rumah Kreatif Bank Sampah (BS) Linsi ini menyebut sosok Sandi memang pantas memimpin Indonesia.
"Alasannya karena kami para Emak-emak ini memandang bahwa Bang Sandi-lah yang pantas untuk memimpin Indonesia ini di 2024. Karena beliau adalah sosok yang baik, yang agamis, smart, dan peduli sama masyarakat kecil," tuturnya.
Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Pariwisata dan Budaya Gianyar Naik Kelas
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?