Suara.com - Artis Indonesia yang sempat mencuri perhatian dengan beragam prestasi dan pendidikannya, Maudy Ayunda baru-baru ini mengambil langkah berani dengan menjadi investor Startup Segari.
Dara berusia 26 tahun itu menyuntikkan dana seri A di Startup yang berumur kurang dari satu tahun itu karena dianggap memiliki prospek yang baik.
"Saya rasa ini adalah model bisnis yang bisa menjadi masa depan industri e-grocery Indonesia," ucap Maudy Ayunda dalam rilis media yang diterima pada Selasa (19/10/2021).
Co-founder Segari, Farand Anugerah diketahui memang memiliki kedekatan dengan Maudy. Mereka sama-sama pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat.
Farand sendiri menyambut baik investasi ini dan menyebut visi misi dari Segari satu suara bersama Maudy.
Segari menawarkan kemudahan dalam berbelanja sayur dengan waktu masa pengiriman pesanan 15 jam setelah panen, dan pelanggan tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan produk segar berkualitas.
Berkat dukungan Go-Ventures, Segari mendapatkan kucuran dana seri A dari Susquehanna International Group (SIG), Alfamart, Gunung Sewu Group, dan Intrinity Capital.
Pangsa pasar belanja pangan daring dianggap salah satu lini yang diperkirakan terus berkembang pesat sehingga menurut Farand, hal ini akan terus berlanjut positif meski pandemi COVID-19 usai.
"Jaminan kesegaran terbaik yang kami tawarkan untuk menjawab kekhawatiran ini mendapat banyak respon positif pelanggan. Hal inilah yang membuat kepuasan positif pelanggan, sehingga jumlah pelanggan dan pendapatan naik lebih dari 20 kali lipat sejak satu tahun terakhir," kata Farand.
Baca Juga: Ratusan Perusahaan Rintisan Indonesia Raup Modal 3,8 Miliar Dolar AS di Semester I 2021
Saat ini, Segari memiliki cukup banyak mitra petani yang tersebar dari Sumatera hingga Pulau Jawa.
Tidak hanya fokus dengan pelayanan pelanggan, Segari juga menyasar pada kebaikan petani lokal. Dengan distribusi Segari, petani dharapkan bisa mendapatkan harga yang adil.
"Bagi saya, investasi itu lebih besar dari sekedar nominal yang kita kontribusikan. Dampak Segari yang membantu petani lokal untuk mendapatkan penghasilan yang adil dan produk yang mereka jual, membuat saya semakin tertarik dengan Segari." jelas Maudy.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Lokal, Investor Asing Juga Rebutan Borong Saham BBCA Usai Stock Split
-
Menkominfo Ingin Indonesia Punya Satu Startup Decacorn Lagi
-
6 Potret Masa Muda Ibu Penyanyi Terkenal, Memesona Sejak Dulu
-
Listrik Sering Mati, Sejumlah Investor di Morowali Utara Ancam Batalkan Investasi
-
OJK: Jumlah Startup Indonesia Capai 2.100 Buah
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026