Suara.com - Harga minyak dunia diperdagangkan di bawah USD85 per barel pada Selasa, tetapi tetap mendekati level tertinggi tiga tahun. Sementara sepanjang tahun ini harga minyak sudah naik 60 persen, khususnya Brent.
Mengutip CNBC, Rabu (3/11/2021) minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika, ditutup turun 14 sen, atau 0,2 persen menjadi USD83,91 per barel. Di awal sesi, WTI merosot lebih dari USD1 per barel.
Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik tipis 1 sen menjadi USD84,72 per barel, setelah diperdagangkan negatif untuk sebagian besar sesi tersebut.
"Ada sedikit ketidakpastian tentang OPEC dan itu menahan pasar," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago. "Tetapi kita masih dalam tren naik yang kuat." Tambahnya.
Harga Brent melonjak lebih dari 60 persen sejauh tahun ini. Brent mencapai level tertinggi tiga tahun di USD86,70 minggu lalu karena permintaan global pulih kembali dan Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutu yang dipimpin Rusia, atau OPEC Plus, tak terburu-buru untuk mengakhiri rekor pemotongan output.
Negara-negara konsumen menekan OPEC Plus untuk berbuat lebih banyak guna mendinginkan pasar. Tetapi pada pertemuan Kamis, aliansi tersebut diperkirakan tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi bulanan secara bertahap sebesar 400.000 barel per hari.
Harga minyak mendapat dukungan dari survei Reuters, Senin, yang menemukan bahwa peningkatan produksi OPEC pada Oktober melampaui kenaikan yang direncanakan karena kendala di beberapa produsen.
"Kami mengantisipasi perdagangan yang relatif netral akan berlanjut sampai kami memiliki definisi lebih lanjut dari OPEC tentang rencana produksi Desember," ujar Anthony Headrick, analis CHS Hedging di St Paul, Minnesota.
Sebagai tanda bahwa harga tinggi mendorong lebih banyak pasokan di tempat lain, BP mengatakan, Selasa, bahwa pihaknya akan meningkatkan investasi di bisnis minyak dan gas shale Amerika menjadi USD1,5 miliar pada 2022 dari USD1 miliar tahun ini.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terus Melesat, Hampir Dekati 85 Dolar AS per Barel
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Kode SWIFT BSI dan Panduan Lengkap Transaksi Internasional