Suara.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE) mulai melakukan pengaspalan ulang atau resurfacing asphalt Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengaspalan ulang sebagai bentuk respons keluhan para pembalap terkait lintasan trek.
Direktur Operasi PT PP Presisi M Darwis Hamzah mengatakan, perseroan akan menggunakan tipe aspal yang memiliki daya penetrasi tinggi dengan Penetration (PG) 82 tahun 2015 yang tidak digunakan di semua sirkuit dunia.
Adapun, metode penghamparan juga dilakukan secara khusus dengan menggunakan tiga unit Milimeter GPS untuk menjamin kualitas permukaan dan kemiringan yang tepat sesuai dengan desain yang diawasi langsung oleh konsultan asing.
"Dan untuk pengujian kualitas aspal kami menggunakan alat berteknologi tinggi yaitu PQI 380 Non Distraction tanpa merusak lapisan permukaan aspal," ujar Darwis dalam keterangannya, Selasa (22/2/2022).
Untuk mendukung rekomendasi dari Dorna dan FIM, Darwin juga telah mendatangkan alat berat seperti asphalt finisher, cold milling, tandem roller, pneumatic tire roller maupun milimeter GPS dan telah tiba di Lombok pada Minggu, 20 Februari 2022.
"Material direncanakan on site pada tanggal 25–26 Februari 2022 dan resurfacing rencana dimulai tanggal 4 Maret 2022 dengan target selesai 10 Maret 2022," imbuhnya.
Untuk diketahui, beberapa pembalap MotoGP juga mengeluhkan kondisi trek yang berdebu dengan batu-batu kecil di lintasan dalam tes Pramusim.
Keluhan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Dorna dan FIM dengan mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan pengaspalan ulang di sejumlah titik Sirkuit Mandalika.
"Pramusim MotoGP sebetulnya menjadi sarana feedback bagi kami untuk memastikan kesiapan dan mutu lintasan sebelum perhelatan akbar dilaksanakan," katanya.
Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya