Setelah lelah mengurus bisnis, sudah saatnya untuk meliburkan diri dari hiruk pikuk masalah bisnis. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah berlibur ke luar negeri.
Sayangnya, berlibur ke luar negeri membutuhkan dana yang tidak sedikit, dibutuhkan puluhan hingga ratusan juta untuk mewujudkannya. Jika Anda ingin lekas-lekas pergi berlibur ke luar negeri, mengajukan pinjaman bisa menjadi solusinya.
5. Melakukan hobi yang disukai
Setiap orang tentu memiliki hobi yang disukai, sayangnya untuk memenuhi hobi tersebut ada yang membutuhkan uang dalam jumlah besar. Contohnya saja seperti hobi modifikasi mobil.
Bila Anda ingin segera melakukan modifikasi mobil namun terjebak karena dana yang kurang, mengajukan pinjaman bisa dijadikan sebagai solusinya.
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pinjaman Uang di Bank
Meskipun meminjam uang ke bank bisa memenuhi seluruh keinginan yang Anda miliki, namun Anda tidak boleh terburu-buru mengajukannya. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin mengajukan pinjaman, seperti:
1. Mencari informasi dengan lengkap
Sebelum melakukan pengajuan pinjaman, pastikan terlebih dahulu kepada siapa Anda ingin mengajukan pinjaman. Contohnya saja ketika ingin mengajukan pinjaman di bank, Anda harus mencari informasi mengenai bank yang akan dijadikan sebagai pilihan.
Baca Juga: Penerapan ESG di BRI Sejalan dengan Konsep Ekosistem Keuangan Berkelanjutan
Ini menjadi hal yang penting karena nantinya Anda akan berurusan dengan pihak bank dalam waktu yang cukup lama, sehingga Anda harus memastikan jika benar-benar merasa “nyaman” dengan seluruh ketentuan yang diberikan oleh bank.
2. Memperhatikan bunga pinjaman
Biasanya, karena sudah terbuai dengan cara mendapatkan pinjaman uang di bank yang mudah, bunga menjadi hal yang tidak begitu diperhatikan. Bank merupakan penyedia layanan pinjaman uang, sehingga akan menetapkan bunga.
Bunga setiap bank berbeda-beda, sehingga Anda juga harus memperhatikannya. Pastikan bunga tersebut tidak akan memberatkan ketika harus membayar bunga pinjaman dibagi menjadi dua yakni variable rate serta fixed rate.
3. Tenor pinjaman
Tenor atau jangka waktu pengembalian uang dibagi menjadi 3 yakni jangka pendek, menengah dan terakhir. Bila tenor yang Anda ambil semakin panjang, akan semakin besar juga biaya yang harus dibayarkan.
Berita Terkait
-
Dua Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Pakar Keuangan Sebut Makin Banyak Masyarakat Sadar Pentingnya Imunitas Keuangan
-
Dear Para Ibu, Ini 4 Langkah Atur Keuangan Rumah Tangga dan Dana Usaha Sekaligus
-
BRI harus Mampu Menyeimbangkan Sisi Bisnis, Pelayanan Publik, dan Katalisator Ekonomi Rakyat
-
Menteri BUMN Berpesan, UMKM harus Terus Bergerak dengan Dukungan BRI
-
Berbagai Program yang Dilakukan BRI Dinilai Sukses Putar Perekonomian secara Umum
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah