Suara.com - Presiden Asian African Youth Governement (AAYG), Saddam Al-Jihad memberikan pandangannya terkait peran Ukraina dan Rusia.
Menurutnya, perang ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi karena bisa merenggut nyawa dan juga berdampak pada ekonomi.
"Bukan hanya di Ukraina atau Rusia, perang juga akan berdampak secara ekonomi ke kawasan lain termasuk negara-negara di Asia Afrika," ucap Saddam, Selasa (8/3/2022).
Maka, Adam mendorong negara-negara di Asia Afrika terlibat dalam resolusi perang.
Saddam memprediksi, peperangan ini bisa berpotensi menjadi awal terjadinya perang dunia ketiga. Hal itu disebabkan karena Amerika Serikat (AS) ikut campur dan menyuplai kekuatan militer ke Ukraina untuk melawan Rusia.
"Ini sangat bahaya, karena terlibatnya AS dalam perseteruan ini akan mempertemukan dua kekuatan militer paling besar di dunia. Ini Stepping Stone terjadinya World War III," ungkap Saddam.
Saddam mengungkapkan, gagasan Dasasila Bandung akan disebarkan ke seluruh Asia Afrika. Dengan ini, Saddam bersiap menjadi titik tengah dalam setiap konflik yang terjadi.
“Berdasarkan dasasila Bandung dalam merundingkan segala persoalan konflik dunia, kita siap menjadi titik temu dan titik tengah dalam setiap konflik yang terjadi,” ungkap Saddam.
Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan bahwa pemuda Asia Afrika dapat berkontribusi untuk menjaga stabilitas politik dikawasan Asia Afrika. Dengan penyelesaian krisis kemanusiaan yang terjadi diberbagai negara Asia dan Afrika.
Baca Juga: Biaya Operasi Militer Rusia di Ukraina Diperkirakan Capai Rp288 Triliun per Hari
“Pemuda Asia Afrika dapat berkontribusi untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Afrika. Kemudian berpartisipasi dalam proses penyelesaian krisis kemanusian yang terjadi di berbagai negara Asia dan Afrika," kata Bamsoet.
Adapun Rusia melakukan serangan ke Ukraina pada Kamis (24/2). Tercatat hingga Minggu (7/3), sebanyak 351 warga sipil Ukraina tewas akibat invasi Rusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun